Jumlah Korban Ledakan SPBE Cimuning Bertambah Jadi 18 Orang

Polisi Juga Meminta Masyarakat Jangan Termakan Berita Hoax

KOTA BEKASI, Harnasnews.com –  Polisi mengungkap jumlah korban ledakan di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning yang dikelola PT Indogas Andalan Kita, Kota Bekasi, Jawa Barat kembali bertambah.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan, data terbaru mencatat total korban mencapai 18 orang, dengan sebagian besar mengalami luka bakar serius dan masih menjalani perawatan intensif.

“Total korban sekarang menjadi 18 orang. Sebelumnya kita mendata 17 orang, namun ada tambahan 1 korban lagi yang ternyata sedang dirawat di RS Cipto Mangunkusumo dengan kondisi luka bakar di atas 60 persen,” kata Kusumo di Bekasi, Jumat (03/04/26)

Kusumo mengatakan, sejumlah korban yang telah dirawat di rumah sakit diketahui mengalami luka bakar cukup parah.

“Memang ada beberapa korban yang memerlukan perawatan intensif karena rata-rata mengalami luka bakar di atas 50 persen. Bahkan, ada dua korban yang kondisinya sangat berat dengan luka bakar mencapai lebih dari 90 persen,” ujar Kusumo.

Kusumo menyampaikan, situasi di lokasi kejadian mulai berangsur membaik. Selain itu, aparat bersama unsur Forkopimda juga telah meninjau langsung kondisi korban di rumah sakit.

Polres Metro Bekasi Kota turut mengambil langkah untuk membantu masyarakat sekitar yang terdampak secara psikologis.

Kegiatan bakti sosial dengan membersihkan lingkungan warga yang terdampak ledakan dan pemeriksaan kesehatan gratis digelar, disertai dengan penerjunan tim trauma healing bagi warga.

“Ini penting untuk membantu menghilangkan dampak psikologis atau ketakutan bagi masyarakat yang terdampak langsung oleh ledakan tersebut,” kata Kusumo.

Sementara itu, kondisi di lokasi kejadian dipastikan sudah aman setelah api berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Kusumo mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, termasuk isu ledakan susulan yang beredar di media sosial yang sangat meresahkan.

Kapolres juga meminta kepada masyarakat untuk tidak ragu menghubungi hotline 110 atau mendatangi posko bersama yang ada di sekitar lokasi.

“Kami mohon kepada masyarakat untuk tidak termakan berita hoax dan menyebarkannya, karena dengan adanya berita hoax itu sangat memberatkan masyarakat yang ada di sekitarnya,” tukasnya. (Mam)

Leave A Reply

Your email address will not be published.