Komnasdik Pamekasan Wujudkan Model Sekolah Berbasis Lingkungan

Suasana Rapat Koordinasi KOMNASDIK Pamekasan.

PAMEKASAN,Harnasnews.com – Bertempat di kantor sekretariat Komisi Nasional Pendidikan (Komnasdik) Pamekasan mengadakan rapat koordinasi pengurus digelar baru-baru ini dihadiri oleh jajaran komisioner.

Drs. Syafrawi, M.Pd dalam kapasitas sebagai wakil ketua Komnasdik Pamekasan memimpin jalannya acara yang berlangsung gayeng, santai tapi serius.

Suasana hujan tidak menghalangi hasrat anggota pengurus untuk hadir dalam acara tersebut. Agenda persiapan audiensi dengan Bupati dan jajaran terkait, untuk presentasi tentang keberadaan Komnasdik di Pamekasan, persiapan pelantikan pengurus Komnasdik serta program-program kerja yang bersinergi dengan pemerintah.

Dalam acara diskusi tersebut, Ketua Komnasdik Pamekasan Dr. Adi Suparto memunculkan gagasan Dr. Mahfud Efendi yang telah didiskusikan ketika diundang pada pertemuan dengan dewan guru di SMAN 1 Pademawu tentang model sekolah lingkungan.

Adalah Dr. Mahfud Efendy wakil ketua Komnasdik sekaligus sebagai Ketua Komite Sekolah SMAN 1 Pademawu bekerja sama dengan Komnasdik Pamekasan akan mewujudkan model sekolah lingkungan di Pamekasan. Keseriusan untuk mewujudkan rencana ini, telah dihadirkan beberapa tenaga ahli dari Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura dan IPB University untuk mendesain prototype model sekolah lingkungan itu.

Para pakar tersebut di antaranya Dr. Heru Sumaryanto (koordinator program quality assurance dan inkubator bisnis-LPPM IPB), Haryo Triajie, M.Si dan Mustika Tripatmasari, M.Si (tata landscape pertamanan dan disain ruang-FP UTM).

Lebih lanjut Dr. Mahfud memberi gambaran model sekolah lingkungan tersebut sebagai sekolah yang menjadikan lingkungan sebagai basis pengembangan tiga pilar yaitu: Knowledge development (pengembangan aspek pengetahuan), Skill Development (pengembangan spek keterampilan) dan Etreprenuership Development (pengembangan aspek kewirausahaan). Model sekolah lingkungan tersebut akan mengintegrasikan konsep dari sekolah formal, sekolah alam dan homeschooling sehingga memberikan banyak alternatif pilihan pengembangan kreativitas siswa.

Pada sisi lain, SMA Negeri 1 Pademawu juga menjadi Sekolah Double Track {DT} yang telah ditunjuk langsung oleh Gubernur Jawa Timur pada tanggal 17 Januari 2019. Sekolah DT ini bisa menjadi bagian dari model sekolah lingkungan dalam aspek Skill Development yang memiliki 7 keterampilan yaitu: Tata Boga, Tata Busana, Tata Rias, Teknik Peralatan Digital, Multimedia, Jaringan Komputer dan Teknik Kendaraan Ringan.

Menanggapi gagasan tersebut Munhari Barriel, M.Pd yang malam itu didaulat sebagai ketua panitia pelantikan Komnasdik Pamekasan mengatakan bahwa gagasan model sekolah berbasis lingkungan ini sesuai dengan program kerja Pemkab. Pamekasan yang sangat memperhatikan pendidikan khususnya meningkatkan kualitas pendidikan, baik kualitas pembelajarannya, meningkatkan kualifikasi akademik guru-gurunya serta kesesuaian kurikulum dengan tuntutan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dengan tetap memperhatikan kearifan lokal.

Jelang akhir acara, Faisol, MT mengusulkan agar semua kepala sekolah/madrasah dapat direkrut menjadi anggota Komnasdik. Hal ini menurut Faisol  mantan Kepala Sekolah SMKN di Pamekasan, banyak kepala sekolah yang mengajukan keinginannya untuk masuk menjadi anggota. Mereka tertarik karena  membaca visi & misi yang aspiratif dan akomudatif yang direlease Komnasdik Pamekasan di berbagai media main stream dan online serta medsos.

Gagasan Faisol tersebut langsung disambut anggukan hangat dari Ketua, bahkan menurut Adi, pada pelantikan pengurus nanti, kami akan mengundang para guru yang diwakili oleh pengurus MKKS. Ditanya kapan waktu pelantikannya, Adi menjawab “menunggu respon dari Bupati semua proposal yang kami ajukan”, Demikian pungkas Adi. {HNN Red}

Leave A Reply

Your email address will not be published.