Menelisik Peluang Airlangga Hartarto Di Pilpres 2024

JAKARTA, Harnasnews.com –  Meski Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang masih beberapa tahun mendatang, namun sejumlah nama mulai digadang-gadang pada perhelatan suksesi kepemimpinan nasional lima tahunan tersebut.

Sejumlah nama yang sudah santer di permukaan seperti Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua DPR RI Puan Maharani, Gubernur DKI Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Dari sederet nama yang telah muncul, nama Airlangga Hartarto dinilai figur yang memiliki potensi besar dibanding dengan calon lain.

Direktur Eksekutif Center for Public Policy Studies (CPPS) Indonesia Bambang Istianto menilai, sangat wajar bila publik saat ini mengunggulkan nama Airlangga Hartarto pada Pilpres 2024 mendatang. Karena, selain sebagai ketua umum partai besar, kemampuan Airlangga dinilai sudah teruji. Baik sebagai mantan anggota DPR RI maupun seorang birokrat yang saat ini mejabat Menteri Koordinator Bidang Ekonomi.

Bambang berpandangan, tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia kedepan adalah persoalan ekonomi. Oleh karenanya, ia berpendapat bahwa calon Presiden kedepan harus figur yang memahami persoalan ekonomi.

Dalam perspektif politik, Airlangga sebagai Ketua Umum Partai Golkar dan merupakan partai terbesar kedua, dinilai tidak terlalu sulit untuk membangun stabilitas politik di pemerintahan.

“Karena stabilitas ekonomi harus diperkuat dengan stabilitas politik di parlemen untuk menciptakan balance of power. Sementara Arlangga sebagai Ketua Umum Partai Golkar dinilai sosok yang piawai dalam melakukan lobi-lobi dengan gayanya yang humanis,” ujar Bambang kepada wartawandiJakarta, Kamis (31/12/2020)

Selain itu, ketokohan Airlangga sudah diuji saat partai berlambang pohon beringin itu didera dualisme kepemimpinan. “Dalam rangka menyelamatkan partai, Airlangga tidak masuk dalam pusaran konflik internal partai. Bahakan sebaliknya, pada Munas Golkar 2019 silam, Airlangga berhasil terpilih jadi ketua umum Partai Golkar,” kata Bambang.

Oleh karenanya, Airlangga akan cocok bila dipasangkan dengan siapa saja tokoh yang selama ini sudah mulai muncul. Terlebih bila yang mendampingi dirinya orang yang memiliki basis massa yang konkrit.

“Secara riel politik, Airlangga memiliki peluang cukub besar jika dipasangkan dengan Puan Maharani. Sebab, pasangan ini sama-sama dari partai besar. Disamping itu, Airlangga bisa saja didmpingi Anies Baswedan yang selama ini dikenal publik, sebagai gubernur DKI yang sarat dengan pengalaman dan cukup populis di mata publik,” kata Bambang.

Namun demikian, dalam tradisi politik bisa saja berubah. Tinggal bagaimana para elit partai  melakukan lobi-lobi politik untuk memperkuat dukungan.

Bambang mengatakan, saat ini masyarakat merindukan kepemimpinan yang bijak. Dari sekian tokoh yang ada, Airlangga dinilai sebagai figur yang dapat menjawab keinginan publik. Selain itu, hadirnya Airlangga menjadi momen Partai Golkar gembali meraih kejayaannya.

“Sebab pascareformasi ini, belum ada satupun tokoh Golkar yang menjadi presiden. Untuk itu sudah saatnya Pilpres 2024 mendatang kader Golkar kembali merebut kekuasaan di tengah krisis kepemimpinan yang dialami bangsa ini,” ucap Bambang. (red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.