PD Pasar Jaya Diminta Ikut Awasi Harga Tempe dan Tahu di Ibukota

JAKARTA, Harnasnews.com – Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan, Suhanto menegaskan naiknya harga kedelai di dalam negeri, murni karena naiknya harga kedelai di tingkat internasional.

Suhanto memaparkan harga kedelai di pasar internasional naik 9% dari kisaran US$ 11,92 menjadi US$ 12,95 per busel.
Melonjaknya harga jual berimbas pada kelangkaan pengadaan tahu dan tempe di Jakarta.

Terkait dengan permasalahan tersebut, anggota Komisi D DPRD DKI, Nurhasan meminta agar PD Pasar Jaya ikut mengawasi peredaran dan harga jual tahu dan tempe di pasaran.

“PD Pasar Jaya tinggal bekerjasama dengan Disperindag untuk mengawasi harga eceran tertinggi (HET) di pasar-pasar,” ujar Nurhasan kepada Harnasnews.com, Selasa (5/1/2021).

Anggota Fraksi Gerindra itu pun menambahkan, tingginya permintaan negara China ikut mempengaruhi harga pasaran kedelai.

“Adanya permintaan luar biasa dari negara China. Sehingga sesuai dengan hukum pasar harga ditentukan oleh supply dan demand,” paparnya.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah berkomunikasi dengan Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) untuk membantu mensosialisasikan ke konsumen perihal naiknya harga tahu tempe di pasar. (Sof)

Leave A Reply

Your email address will not be published.