Polisi Tidak Lanjutkan Pria Ancam Dengan Sajam Saat Forkopimda Kota Bekasi Lakukan Penertiban

KOTA BEKASI, Harnasnews.com –  Insiden seorang pria diduga pemilik usaha naik pitam dan menghunus senjata tajam jenis golok kepada petugas yang melakukan penertiban baliho dan spanduk iklan yang berlebihan, pada Minggu 8 Februari kemarin, polisi angkat bicara.

Insiden itu terjadi di depan Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Kusumo Wahyu serta para PJU Polres yang saat itu juga tengah melakukan curvei (Kerja Bakti bersih-bersih) di lokasi tersebut.

Kasie Humas Polres Metro Bekasi Kota, AKP Suparyono menjelaskan bahwa pria tersebut sempat diamankan di Polsek Bekasi Utara, dan ditangani Sat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota.

“Iya, ditangani oleh Satreskrim, soalnya cuman karena yang terdekat di Polsek kan, nah gitu. Jadi diamankannya di Polsek, tapi oleh Satreskrim yang menangani kemarin, gitu,” ujar AKP Suparyono kepada media, pada Senin (09/02/26).

Lebih lanjut AKP Suparyono menegaskan bahwa tidak ada laporan polisi kepada terduga pelaku yang membawa senjata tajam tersebut, sehingga proses hukum tidak dilanjutkan.

“Karena kita sedang fokus pada program pemerintah yaitu kegiatan Curvei kejadian tersebut sudah ditangani dengan baik oleh satreskrim Polres Metro Bekasi Kota dan dengan pertimbangan yang bijak dan karena faktor usia, serta sudah menyadari kesalahannya, maka yang bersangkutan sudah membuat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya juga mengajukan permohonan maaf kepada petugas,” ungkap dia.

Dengan dibuatnya surat pernyataan oleh terduga pelaku, maka permasalahan tersebut telah dianggap selesai.

Diketahui, seorang pria yang diduga pemilik kios nampak naik pitam dan sempat cekcok dengan petugas saat penertiban dan kegiatan Curvei oleh Forkopimda di wilayah Danau Duta Harapan pada Minggu 8 Februari lalu.

Tak lama, pria tersebut masuk ke dalam kios dan keluar dengan membawa senjata tajam jenis golok. Pria itu mengacungkan senjata tajam itu tepat di depan Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Kusumo Wahyu dan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto.

Kejadian tersebut juga terekam kamera dan viral di media sosial. Belakangan, pria tersebut akhirnya meminta maaf melalui video.(Mam)

Leave A Reply

Your email address will not be published.