Presiden Prabowo Jenguk Korban Tragedi Stasiun Bekasi Timur

Hingga Saat Ini Sebanyak 14 Orang Meninggal

KOTA BEKASI, Harnasnews.com  – Usai tragedi tertabraknya KRL jurusan Cikarang oleh kereta api Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung korban ke RSUD Kota Bekasi pada Selasa 28 April 2026.

Presiden Prabowo didampingi para Menteri serta Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya datang ke RSUD Kota Bekasi sekitar pukul 08:15 wib. Presiden langsung menjenguk korban luka yang ada di lokasi tersebut.

Dalam keterangannya, Presiden Prabowo mengatakan bahwa pemerintah akan mengadakan investigasi tragedi yang menelan korban jiwa sebanyak 14 orang penumpang dan puluhan lainnya luka.

“Kita akan mengadakan investigasi kejadiannya seperti apa, tapi secara garis besar lintasan kereta api banyak tidak dijaga, itu segera kami atasi, pemda bekasi telah mengajukan dibuat flyover karena bekasi juga padat, dan keperluan kereta api itu sangat penting dan mendesak,” ujar Prabowo pada keterangan pers di lokasi.

Hingga saat ini, jumlah pasien yang mendapat perawatan di RSUD Kota Bekasi tersisa 54 orang. Sedangkan beberapa lainnya di rawat di rumah sakit swasta yang ada di Kota Bekasi.

Dikatakan Prabowo bahwa pembangunan fly over Bulak Kapal menjadi salah satu upaya menekan angka kecelakaan lalulintas saat melintas menyeberangi rel kereta.

“Jadi saya sudah setujui dibangun fly over langsung oleh bantuan presiden,” ungkap Prabowo.

Lebih lanjut Prabowo mengungkap bahwa di pulau Jawa, setidaknya ada 1800 titik perlintasan kereta api tanpa palang pintu.

“Saya kira sejak jaman belanda dan saya sudah perintahkan segera, kami akan segera memperbaiki semua, apakah akan dilakukan pos jaga atau gimana nanti pelaksanaan akan kita tunjuk,” kata Prabowo.

Pemerintah juga akan menggelontorkan anggaran hampir 4 Triliun Rupiah untuk membangun perlintasan dengan palang pintu yang memadai. Hal ini dirasa penting mengingat pembangunannya belum terlaksana hingga sekarang.

Kami perhitungkan hampir Rp 4 T demi keselamatan dan kami sangat penting dan perlu dan sekarang saat nya sudah berapa puluh tahun belum dilaksanakan jadi sekarang dilaksanakan. (Mam)

Leave A Reply

Your email address will not be published.