
Summarecon Bekasi Jadi Saksi 16 Tahun Geliat Ekonomi Kota Bekasi

Sejarawan Bekasi, Ali Anwar menjelaskan bahwa perkembangan zaman terutama di Kota Bekasi, akan berdampak pada pergeseran nilai budaya asli Bekasi. Namun, kata Ali, Pergeseran budaya merupakan sesuatu yang lumrah terjadi di Bekasi, dan itu terjadi dari masa ke masa.
“Yang penting antara saudara-saudara kita dari kaum anshar dan muhajirin saling menghormati, damai, penuh semangat patriotik. Bersama jadi pejuang, jangan jadi pengkhianat. Seni budayanya juga begitu. Semua bisa hadir dan berkreasi di Bekasi, tapi tetap menghargai seni budaya Bekasi. Menarik kalau dikolaborasikan, sehingga melahirkan kreasi baru,” ujar Ali kepada media, Rabu (01/04/26).
Lebih lanjut Ali Anwar juga menegaskan bahwa berkembangnya pertumbuhan ekonomi di Kota Bekasi dengan kehadiran para investor akan berdampak positif bagi warga Kota Bekasi tanpa menghilangkan budaya asli.
“Seyogyanya perusahaan seperti Summarecon dan lainnya termasuk mal-mal modern, memberikan sentuhan kekulturan Bekasi, sehingga modern namun tetap kuat ciri khas Bekasinya,” katanya.
Ali juga menilai bahwa kehadiran Summarecon Bekasi ikut membantu menata etalase Kota Bekasi di mata Nasional bahkan internasional.
“Kehadiran Summarecon di Bekasi amat bagus, terutama dalam penataan kota, lalu-lintas, ruang terbuka hijau, berkumpulnya komunitas, sehingga masyarakat Kota Bekasi yang semakin bertambah merasa happy,” tukasnya.
Ali juga meminta semua pihak, terutama pemerintah Kota Bekasi untuk mensuport para budayawan dan senimannya yang direpresentasikan melalui Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bekasi (DK3B) dengan anggaran yang layak.
Sekedar diketahui,Summarecon Bekasi mulai dibangun pada tahun 2010 silam dan hingga saat ini terus berkembang. Kawasan kota mandiri seluas kurang lebih 240-270 hektar di Kecamatan Bekasi Utara ini dikembangkan oleh PT Summarecon Agung Tbk, dengan ikon utamanya Summarecon Mall Bekasi (SMB) yang diresmikan lebih dulu pada 28 Juni 2013.
Selama 16 tahun sudah Summarecon Bekasi telah membangun ekosistem hunian, bisnis, dan lifestyle yang terintegrasi, sehingga membentuk identitas sebuah kota modern yang turut mengubah wajah urban Kota Bekasi.
Piramida terbalik yang ada di bundaran kawasan Summarecon Bekasi menjadi salah satu ikon Kota Bekasi saat ini. Pada momen tertentu seperti perayaan malam tahun baru, kawasan ini dipadati masyarakat untuk berkumpul.
Terbaru, Summarecon membangun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Ultra Fast Charging di area parkir barat Summarecon Mall Bekasi, pada Rabu, (01/04).
0SPKLU tersebut memiliki kapasitas besar yang tersebar di Indonesia, yakni mencapai 2,7 Mega Volt Ampere (MVA). Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu mempercepat adopsi kendaraan listrik di wilayah Bekasi dan sekitarnya.
Dampak positif lainnya dari keberadaan Summarecon Bekasi ialah ikut tumbuhnya ekonomi mikro yang ada di sekitar Summarecon. (Mam)
