
Aceh Utara,Harnasnews – Rombongan Tim Medis dan Relawan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan disambut hangat oleh jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Aceh Utara. Rombongan tiba dan dijamu di Ibu Kota Kabupaten Aceh Utara, Lhoksukon, pada Rabu, (7/1/2026).
Pertemuan berlangsung di salah satu kafe di Lhoksukon. Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan, dr. Ribka Tjiptaning, memberikan arahan langsung kepada para relawan dan tim medis yang akan diterjunkan ke sejumlah kecamatan terdampak bencana banjir di Aceh Utara.
Dr. Ribka menekankan pentingnya kekompakan dan kedisiplinan tim selama bertugas di lapangan. Ia mengingatkan agar seluruh relawan tetap berada dalam kelompok yang telah ditentukan, mengingat misi kemanusiaan ini dibagi ke beberapa titik lokasi, termasuk Kecamatan Langkahan dan Kecamatan Sawang.
“Setiap kelompok harus solid dan patuh pada arahan ketua kelompok masing-masing. Jangan terpisah dari rombongan karena medan di lapangan cukup menantang,” ujar dr. Ribka.
Ia juga mengingatkan agar seluruh tim memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap kondisi para pengungsi, khususnya mereka yang masih tinggal di bawah tenda-tenda darurat.
“Tim harus menyapa pengungsi dengan ramah, lemah lembut, dan sopan. Pelayanan kesehatan harus dilakukan dengan penuh empati, baik saat pemeriksaan maupun saat pemberian obat,” tegasnya.
Menurut dr. Ribka, misi kemanusiaan ini bukan sekadar layanan medis, tetapi juga bagian dari upaya pemulihan psikologis warga pascabencana.
“Kita berharap layanan kesehatan ini bisa membantu para pengungsi pulih, baik secara fisik maupun dari trauma yang mereka alami,” pungkasnya.
Relawan Telah Menyusuri Sumatra Sejak Desember 2025
Sebelumnya, relawan kesehatan DPP PDI Perjuangan telah berada di lapangan sejak awal Desember 2025. Mereka menyusuri berbagai wilayah terdampak bencana di Sumatra Barat dan Sumatra Utara, sebelum akhirnya melanjutkan misi kemanusiaan ke Provinsi Aceh.
Meski harus menghadapi hujan, lumpur, kelelahan, serta keterbatasan akses, semangat para relawan tidak surut. Mereka tetap hadir di tengah masyarakat terdampak sebagai bentuk komitmen untuk selalu bersama rakyat.
Salah seorang relawan kesehatan DPP PDI Perjuangan, Afthon Lubbi, menyampaikan laporan lapangan mewakili tim. Ia menegaskan bahwa seluruh relawan, dokter diaspora Indonesia, serta pasukan ambulans PDI Perjuangan telah menjalankan instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan, Prof. Dr. (H.C.) Hj. Megawati Soekarnoputri, yakni “menangis dan tertawa bersama rakyat.”
Instruksi tersebut diwujudkan melalui aksi nyata berupa layanan pengobatan gratis di berbagai wilayah terdampak bencana.
“Tor monitor Ketua. Anggota mau lapor Ketua.
Dari Aceh kami laporkan bahwa layanan pengobatan gratis telah dilaksanakan di sejumlah desa di Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Aceh Timur, dan lanjut ke Aceh Utara. Warga datang dengan berbagai keluhan, dan kami berupaya hadir semaksimal mungkin,” ujar Afthon.
Afthon menambahkan, misi kemanusiaan ini belum berakhir. Pada Kamis (8/1/2026), tim relawan kembali melanjutkan tugas beberapa hari di Kabupaten Aceh Utara, wilayah yang masih sangat membutuhkan bantuan berdasarkan laporan pengurus DPC dan DPD PDI Perjuangan setempat.
“Wilayahnya cukup sulit dijangkau, tetapi kami tetap berupaya masuk. Kami mohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar perjalanan dan tugas kemanusiaan ini berjalan lancar,” katanya.
Di tengah keterbatasan dan beratnya medan, para relawan terus saling menguatkan dengan harapan sederhana, yakni dapat meringankan beban para korban bencana, sekecil apa pun bantuan yang diberikan.
“Semoga perjalanan kami lancar dan tetap solid. Mohon doa terbaik untuk saudara-saudara kita korban bencana. Satyam Eva Jayate. Merdeka!” ucap Afthon penuh semangat, seraya mengirim salam dari bumi Serambi Mekkah, Nanggroe Aceh Darussalam.
Dalam misi kemanusiaan di Aceh ini, turut hadir Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan dr. Ribka Tjiptaning, Wasekjen DPP PDI Perjuangan Sri Rahayu, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Aceh Hanafiah, serta para relawan kesehatan, dokter diaspora, dan pasukan ambulans PDI Perjuangan yang terus bergerak di lapangan.
Dari Sumatra Barat, Sumatra Utara, hingga Aceh, satu pesan kemanusiaan kembali ditegaskan: di saat rakyat tertimpa bencana, PDI Perjuangan memilih untuk hadir, berjalan bersama rakyat, dan tidak meninggalkan mereka sendirian. (Zulmalik)
