
Usaha Jasa Pengamanan Seharusnya Miliki Pusdiklat Sendiri
JAKARTA, Harnasnews.com – Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) mempunyai peran penting pada sektor lain seperti industri, perdagangan maupun pemukiman. Keberadaan security menjadi fital karena tugasnya sebagai kemanan di lingkup kecil tempatnya bekerja.
Walaupun begitu, seorang Satuan Pengamanan (Satpam) atau Security, harus memiliki keahlian khusus dibidang pengamanan. Untuk itu, tentu wajib adanya Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang spesifikasi sebagai petugas keamanan.
Muhammad Ali Ahmad, atau akrab disapa Panglima Ali, merupakan pendiri Security Phisik Dinamika (SPD) yang bergerak di bidang jasa pengamanan menjelaskan pentingnya Pusdiklat dalam mencetak security yang unggul di bidangnya.
Menurutnya, selama ini masih banyak BUJP yang tidak memiliki Pusdiklat namun hanya mengambil SDM yang siap pakai dari hasil pencetakan dari BUJP lain yang sudah memiliki Pusdiklat.
“Sebelum SPD, ada BUJP lain yang bagus yang sudah punya Diklat, nah SPD belajar dari mereka, Bahwa memang ketika kita ingin bergerak di bidang jasa keamanan, kita harus punya Diklat, tidak bisa tidak. Apalagi latar belakang SPD, sebelum BUJP, kita adalah pengawal,” ungkap Panglima Ali saat ditemukan awak, Senin (20/04/26)
Selain itu, Panglima Ali yang juga pernah menjadi pengawal beberapa pejabat seperti Fahmi Idris pada tahun 2000. Lalu pada konversi partai Golkar tahun 2003, Panglima Ali direkomendasikan untuk mengawal Prabowo Subianto.
Setelah Prabowo Subianto tidak lolos pada konversi partai Golkar sebagai calon presiden, Panglima Ali kembali direkomendasikan oleh beberapa Jenderal Purnawirawan untuk mengawal Wiranto yang saat itu menang konversi sebagai Calon Presiden pada 2004.
Semua kisah tersebut menegaskan bahwa keberadaan SPD merupakan bentuk kecintaannya terhadap profesi pengawal (Bodyguard).
“Kita latih mereka, latih segala macam kemampuan beladiri, tapi memang pada masanya itu kurang laku, karena proyeknya sekali-kali, ternyata orang lebih membutuhkan satpam, maka akhirnya kita beralih ke pelatihan satpam,” katanya.
Panglima Ali juga menggambarkan masih banyak BUJP yang telah lama mempungai Pusdiklat dan menjadi inspirasi bagi BUJP lainnya.
Telah berdiri lebih dari 27 tahun, Pusdiklat yang dimiliki SPD di Citeureup mencapai luas hampir 5 Hektare dengan segala fasilitas latihan. Bahkan terparkir beberapa kendaraan taktis yang dimiliki SPD.
Selain itu, terdapat juga Pusdiklat yang berlokasi di wilayah Cilandak Jakarta Selatan. Para calon satpam yang masih dalam masa pendidikan di Pusdiklat juga diwajibkan untuk shalat berjamaah bagi yang muslim, lalu diisi dengan kegiatan rohani. Mereka juga dilatih untuk menjalankan puasa sunah untuk memperkuat nilai iman mereka.
Hal ini menunjukkan keseriusan SPD dalam mencetak SDM Security yang handal dan mempunyai spesialisasi dalam tugasnya sebagai petugas kemananan.
“Jadi kita juga melihat yang lebih dulu punya Diklat, ternyata mereka juga memang profesional. Kalau mau melihat security, perusahaan BUJP, tanya dulu diklatnya,” katanya.
Panglima Ali kembali mengungkap bahwa SPD memulai bisnis BUJP dari nol hingga besar seperti sekarang dengan berbagai macam rintangan yang telah dilalui.(Red)
