Harian Nasional News Group

Tanggapan  Dinas  KUPP Terkait Kenaikan  Harga  Cabe Di Kota Probolinggo 

0

Probolinggo,Harnasnews.com – Berkembangnya isu terkait harga cabai di Kota Probolinggo, Jawa Timur, selama dua pekan ini menjelang bulan Ramadhan, mengalami kenaikan harga hingga 100%. Dengan naiknya harga cabai yang tidak wajar tersebut membuat konsumen resah, karena harganya tidak terjangkau.

Adanya keresahan masyarakat terkait naiknya harga cabai tesebut, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan Dan Perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo Gatot Iswahyudi ikut menanggapi. Menurut dia terkait stok dan harga cabai untuk saat ini April masih terbilang aman.

“DKUPP memiliki tanggung jawab, stok itu harus selalu ada, jangan sampai mahal tapi stok tidak ada, kami jaga bagaimana pendistribusian cabai dari Kota lain ke Kota Probolinggo untuk stok terjamin,” ujarnya saat ditemui dikantornya , Jumat (27/4/2018).

Lanjut Gatot menegaskan, terkait prediksi kenaikan cabai itu pasti nasional, tidak lebih dari 20 persen tapi kalau melebihi harga normal, Kopindag perlu langkah strategis untuk kerjasama dengan bulog dan Polresta Probolinggo, untuk melakukan sidak dan sebagainya.

“Jika cabai ada lonjakan dan kenaikan tidak normal kita ambil langkah koordinasi. Kita sudah rapat di Provinsi dan pusat untuk antisipasi menjelang bulan Ramadhan, berharap stabil dalam pengertian jika naik ya naik saja asalkan tidak kelewat misal naik 5 persen masih tolerir, semua sudah diantisipasi,” simpulnya.

Diketahui harga cabeh di Pasar Baru Kota Probolinggo untuk saat ini (28/04) berkisar dari 30.000,-/kg hingga 35.000,-/kg dan untuk cabeh merah besar hampir sama, berbeda tiga hari sebelunya, harga sempat menyentuh 60.000,-/kg.

Sementara Kamto, salah satu pedagang cabai di pasar baru mengungkapkan, bahwa saat ini harga sudah kembali normal, sebelumnya harga cabai rawit merah naik menjadi Rp.60.000,-/kg, dari harga normalnya Rp.25.000,-/kg, sedangkan cabai rawit merah yang super naik menjadi Rp.65.000,-/kg, yang mana sebeulmnya Rp.35.000,- itupun kami kulak hanya 10kg – 15kg, tidak berani kulak banyak, karena harganya mahal.
“Kami mendapatkan cabai rawit merah ini dari Surabaya dan Malang, karena dari Probolinggo sekarang ini tidak ada,” tandas Kamto. (Red/Cul).

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.