
16 Pasien Korban Kecelakaan Kereta Argo Bromo Anggrek Masih Dalam Observasi Di RSUD Kota Bekasi
KOTA BEKASI, Harnasnews.com – Jumlah korban kecelakaan kereta api Argo Bromo Anggrek di stasiun Bekasi Timur yang dirawat di RSUD Kota Bekasi saat ini 16 orang.
Wakil Direktur Pelayanan Medik RSUD Kota Bekasi, Sudirman, mengatakan bahwa 16 pasien korban kecelakaan kereta api Argo Bromo Anggrek saat ini masih dalam perawatan dan pada tahap observasi.
Observasi itu kan tidak hanya tindakan medis secara invasif, misalnya operasi atau tindakan lainnya, bisa saja berbentuk memberikan terapi dengan obat, kemudian juga mungkin nanti fisio Terapy ringan seperti misalnya mulai mobilisasi, biasanya kalau sehabis operasi orthopedi untuk mobilisasi ya kita latih,” kata Sudirman, saat diwawancara media, pada Jumat 01 Mei 2026.
Selain itu, kata Sudirman, semua pasien yang dalam tahap observasi tersebut untum melihat perkembangan dan dipantau secara intensif.
“Ada juga yang masih butuh pemantauan apakah perlu kita rujuk ke dokter spesialis yang lebih tinggi atau rumah sakit, itu masih dalam tahap observasi. Hari ini di visit kembali apakah tetap di rawat di sini ataukah akan kita rujuk,” imbuhnya.
Sudirman juga mengungkap, pasca kejadian musibah tersebut, RSUD langsung melakukan tindakan operasi kepada 12 pasien yang mengalami luka yang cukup parah. Rata-rata, pasien yang dilakukan tindakan operasi cepat usai kecelakaan umumnya mengalami patah tulang atau tindakan ortopedi.
Tindakan operasi orthopedi ini dilakukan untuk memberikan luka atau pecahan tulang pada tubuh pasien.
“Yang tidak di operasi juga itu bukan berarti luka ringan, bisa saja luka berat namun itu tidak perlu tindakan operasi. Karena ada juga yang kita observasi itu pendarahan di perut, tapi untungnya yang kemarin pendarahan di perut itu kita operasi juga, sampai bedah besar nah sisanya itu observasi yang nyeri,”ungkap dia.
Diketahui juga Korban bernama Mia Citra (25) akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Kota Bekasi pada Rabu 29 April 2026 sekira pukul 09.00 WIB.
“Kalau kemarin yang meninggal karena penjepitan 12 jam itu, kita upayakan tebaik, kita lalukan pembebasan pembuluh darahnya, kita lakukan anegrafi, dua kali masuk ke kamar operasi,” pungkasnya. (Mam)
