
Aceh Utara, Harnasnews — Pasca bencana banjir yang melanda Desa Buket Padang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, Aceh Orphans Center (AOC) menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak dan warga terdampak, Minggu (18/1/2026).
Kegiatan pemulihan psikososial ini difokuskan untuk membantu korban banjir, khususnya anak-anak, yang masih mengalami ketakutan, kecemasan, dan tekanan mental akibat peristiwa bencana alam tersebut.
Trauma healing dipimpin langsung oleh Pimpinan AOC, Teuku Muhammad, yang akrab disapa Mister, bersama tim relawan. Berbagai metode pendekatan dilakukan, mulai dari permainan edukatif, menggambar, bernyanyi, hingga komunikasi interaktif, guna mengembalikan rasa aman dan keceriaan anak-anak pascabanjir.
Pembina AOC, PYM Sultan Malik Samudera Pasai Teuku Haji Badruddin Syah Zhilullah Fil ‘Alam, menegaskan bahwa dampak banjir tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga meninggalkan luka psikologis mendalam.
“Banjir tidak hanya merusak rumah dan harta benda, tetapi juga menyisakan trauma, terutama bagi anak-anak.
Trauma healing ini menjadi bagian penting dari proses pemulihan pascabencana,” ujar PYM Sultan Malik Samudera Pasai.
Pantauan di lokasi menunjukkan anak-anak tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Suasana ceria mulai terlihat, perlahan menggantikan rasa takut dan cemas yang sebelumnya menyelimuti mereka sejak banjir melanda desa tersebut.
Selain mendampingi anak-anak, relawan AOC juga memberikan edukasi ringan kepada para orang tua mengenai pentingnya dukungan emosional, perhatian, serta komunikasi positif dalam membantu pemulihan mental keluarga pascabencana.
Warga Desa Buket Padang menyampaikan apresiasi atas kehadiran AOC dan berharap pendampingan psikologis seperti ini dapat terus berlanjut hingga kondisi mental masyarakat benar-benar pulih, seiring dengan proses pemulihan lingkungan dan kehidupan sosial pascabanjir.
Aceh Orphans Center menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat terdampak bencana, tidak hanya melalui penyaluran bantuan kemanusiaan, tetapi juga dengan memberikan dukungan pemulihan psikososial sebagai bagian penting dari upaya rehabilitasi pascabencana di Aceh Utara. (Zulmalik)
