Kurangi Risiko Diabetes, Monk Fruit Sweetener Jadi Alternatif Pemanis Tanpa Gula

JAKARTA, Harnasnew.com – Produk pemanis alami Monk Fruit Sweetener resmi diperkenalkan ke pasar Indonesia sebagai alternatif pengganti gula yang lebih sehat. Produk ini diklaim memiliki rasa manis alami tanpa kalori serta aman dikonsumsi oleh masyarakat yang ingin mengurangi asupan gula, termasuk penderita diabetes.

Peluncuran produk ini merupakan hasil kerja sama antara PT Rekan Manis Indonesia sebagai distributor resmi di Indonesia dan Guilin Hengliyuan Biotech Co., Ltd. sebagai produsen utama Monk Fruit Sweetener.

Direktur PT Rekan Manis Indonesia, Fitriani, mengatakan bahwa kehadiran Monk Fruit Sweetener di Indonesia dilatarbelakangi oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat serta tingginya kebutuhan akan produk makanan dan minuman yang lebih ramah bagi kesehatan.

Menurut Fitriani, tren konsumsi produk better for you atau produk yang lebih sehat terus meningkat seiring berkembangnya kelas menengah di Indonesia, khususnya di kota-kota besar.

“Permintaan terhadap produk makanan dan minuman yang lebih sehat terus meningkat. Kami melihat kebutuhan akan pemanis alami yang tetap memberikan rasa manis tetapi lebih aman bagi kesehatan,” ujar Fitriani.

Ia menjelaskan bahwa Monk Fruit Sweetener berasal dari ekstrak buah monk fruit atau Luo Han Guo, yang dikenal sebagai buah herbal dari Tiongkok Selatan. Buah ini memiliki tingkat kemanisan sekitar 150 hingga 300 kali lebih manis dibandingkan gula tebu karena kandungan senyawa antioksidan mogrosida, bukan berasal dari fruktosa atau glukosa.

Karena tidak mengandung kalori, pemanis ini dinilai dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin mengurangi konsumsi gula tanpa harus mengorbankan rasa manis pada makanan dan minuman.

“Produk ini dirancang agar tetap memberikan sensasi rasa seperti gula biasa sehingga bisa digunakan pada berbagai minuman seperti teh, kopi, hingga makanan ringan manis tanpa mengubah karakter rasa,” jelas Fitriani.

General Manager PT Rekan Manis Indonesia, Willyam Chandra, menambahkan bahwa Monk Fruit Sweetener telah melalui berbagai pengujian laboratorium sebelum dipasarkan di Indonesia.

“Ini merupakan substitute atau pengganti gula putih. Produk ini tidak mengandung kalori sama sekali dan sudah melewati uji laboratorium di Indonesia, sehingga terbukti aman untuk dikonsumsi,” ujar Willyam dalam acara peluncuran produk di sebuah hotel di Jakarta Pusat, Rabu (4/3/2026).

Ia juga menjelaskan bahwa bahan baku pemanis tersebut berasal dari buah monk fruit yang hanya tumbuh di wilayah tertentu di Tiongkok Selatan, khususnya di daerah Guilin.

“Bahannya berasal dari buah monk, sejenis buah herbal yang tumbuh di wilayah Guilin, China. Dari situlah ekstrak alami pemanis ini diproduksi,” katanya.

Produk Monk Fruit Sweetener yang dipasarkan di Indonesia merupakan hasil inovasi teknologi pangan yang mengombinasikan ekstrak monk fruit dengan bahan alami lain seperti eritritol dan stevia untuk menghasilkan rasa manis yang menyerupai gula tebu.

Selain bebas gula dan nol kalori, produk ini juga diklaim memiliki sejumlah keunggulan lain seperti berbahan dasar alami, bebas bahan kimia sintetis, serta stabil dalam berbagai kondisi penggunaan, baik pada minuman panas maupun makanan beku seperti es krim.

CEO Guilin Hengliyuan Biotech Co., Ltd., Briton Jiang, menjelaskan bahwa perusahaan memiliki perkebunan monk fruit seluas sekitar 300 acre di wilayah Guilin, Tiongkok, yang dikenal memiliki kondisi lingkungan alami yang ideal untuk budidaya tanaman tersebut.

Menurutnya, kualitas bahan baku menjadi faktor penting dalam menghasilkan pemanis alami berkualitas tinggi.

“Perkebunan kami berada di lingkungan alami dengan tanah yang kaya mineral serta air pegunungan yang murni. Kondisi ini memungkinkan kami menghasilkan ekstrak monk fruit berkualitas tinggi yang aman dan konsisten,” ujar Briton Jiang.

Produk ini juga telah dilengkapi berbagai sertifikasi keamanan pangan internasional, termasuk standar ISO 22000 dan HACCP, serta dipersiapkan untuk memenuhi regulasi yang berlaku di Indonesia.

Willyam Chandra menegaskan bahwa produk tersebut telah memperoleh izin edar dari BPOM dan siap didistribusikan ke berbagai jaringan ritel di Indonesia.

“Produk ini sudah mendapatkan izin edar dari BPOM dan akan segera tersedia di berbagai jaringan ritel untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan alternatif gula yang lebih sehat,” katanya.

Kehadiran Monk Fruit Sweetener juga dinilai relevan dengan meningkatnya perhatian pemerintah terhadap konsumsi gula masyarakat. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam mengonsumsi makanan manis, terutama saat berbuka puasa pada bulan Ramadan.

Dalam rilis Kementerian Kesehatan disebutkan bahwa konsumsi makanan dan minuman manis berlebihan saat berbuka puasa dapat memicu lonjakan gula darah dan meningkatkan risiko penyakit metabolik seperti diabetes.

Dengan hadirnya pemanis alami berbasis monk fruit, PT Rekan Manis Indonesia berharap masyarakat dapat memiliki pilihan alternatif untuk menikmati rasa manis tanpa harus mengonsumsi gula secara berlebihan.

“Kami berharap Monk Fruit Sweetener dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin tetap menikmati rasa manis namun dengan pilihan yang lebih sehat,” tutup Fitriani. (Mam)

Leave A Reply

Your email address will not be published.