Resmikan Kantor Baru Cabdindik Ponorogo, Kadindik Dorong Layanan Pendidikan Lebih Optimal

SURABAYA,Harnasnews – Kepala Dinas Pendidikan Jawa resmikan kantor baru Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo pada Selasa, (17/3). Kantor baru ini merupakan hasil renovasi gedung Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur yang lama tak terpakai. Di lain sisi, kantor lama Cabdin Wilayah Ponorogo ini merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten Ponorogo.

Peresmian kantor baru ini dihadiri para kepala SMA, SMK dan SLB negeri maupun swasta se-Wilayah Cabang Dinas Pendidikan yang wilayahnya meliputi Kabupaten Ponorogo serta Kabupaten Magetan itu.

Pada kesempatan ini, Aries Agung Paewai mengapresiasi Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo yang memanfaatkan aset gedung tak terpakai untuk dimanfaatkan secara optimal sebagai kantor pelayanan pendidikan setempat.

Kadindik lulusan IPDN tersebut juga “menantang” Kacabdin Wilayah Ponorogo, Maskun untuk meningkatkan pelayanan pendidikan dengan dukungan kantor representatif ini. Meski baru tiga bulan menjabat.

“Tentu harapannya Cabdin Pendidikan Wilayah Ponorogo dapat lebih maksimal dalam memberikan pelayanan kepada sekolah-sekolah maupun untuk guru maupun Tenaga Kependidikan (GTK),” ujarnya.

Disebutkan Aries, diresmikannya kantor baru ini untuk mengoptimalkan administrasi di wilayah geografisnya. Apalagi Cabdin menjadi perpanjangan tangan provinsi untuk mengakselerasikan program-program Dindik Jatim di tingkat wilayah kerjanya yakni Ponorogo dan Magetan.

““Dengan menempati gedung kantor yang baru direnovasi dan representatif ini, semoga pelayanannya lebih optimal dan responsif,”ucap Aries.

Di Ponorogo sendiri, terdapat 72 lembaga SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta, sedangkan di Magetan terdapat 54 lembaga. Jumlah tenaga guru dan tenaga kependidikan (GTK) di kedua wilayah tersebut mencapai 4.179 orang.

Selain itu, Aries juga mengapresiasi pelaksanaan program SIKAP yang dinilai berjalan cukup masif. Di jenjang SMA, program ini diterapkan di 25 sekolah, sementara di SMK diimplementasikan di tujuh sekolah, mencakup berbagai sektor seperti perkebunan dan pertanian.

Dari sisi prestasi, siswa di Ponorogo dan Magetan juga aktif mengikuti berbagai ajang talenta. Untuk Lomba Kompetensi Siswa (LKS), Ponorogo mengikuti 41 bidang lomba dan Magetan 31 bidang. Sementara Olimpiade Sains Nasional (OSN) diikuti 1.148 peserta, serta Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) diikuti 150 peserta dari kedua kabupaten.

Sementara itu, dijelaskan Kacab Ponorogo Maskun, pemindahan kantor dilakukan karena gedung lama dinilai tidak lagi memadai untuk menampung sekitar 50 pegawai, yang terdiri atas kepala cabang, kepala subbagian, kepala seksi, staf, dan pengawas sekolah.

Tak hanya itu, Maskun juga menyebut gedung baru sebelumnya dalam kondisi tidak terawat, bahkan sempat ditemukan ular. Namun setelah dilakukan pembersihan dan renovasi bertahap, gedung tersebut kini dapat digunakan untuk aktivitas perkantoran.

“Alhamdulillah dengan adanya kantor baru, ini juga akan menumbuhkan semangat kami dalam melakukan pelayanan optimal yang di instruksikan pak Kadis,”tandasnya.(Pul)

Leave A Reply

Your email address will not be published.