
Bantuan Terus Berdatangan Bagi Korban Ledakan SPBE Cimuning, Anton Dan Faisyal Kunjungi Korban
KOTA BEKASI, Harnasnews.com – Bantuan untuk para korban terdampak ledakan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning yang dikelola PT. Indogas Andalan Kita, Kota Bekasi terus mengalir dari berbagai pihak. Bantuan berupa paket sembako, pakaian layak pakai hingga konsumsi masih berdatangan.
Bantuan datang juga dari anggota DPRD Provinsi Jabar, Ahmad Faisyal Hermawan dan Anggota DPRD Kota Bekasi, H. Anton yang memberikan bantuan berupa paket sembako bagi para korban terdampak ledakan.
“Hari ini kami datang sedikit memberikan bantuan bagi warga yang terdampak,” kata Faisyal kepada media, Sabtu (04/04/26).
Lebih lanjut Faisyal juga meminta kepada pihak Pertamina untuk melakukan langkah-langkah preventif atas kejadian ini, paling tidak ada santunan dan kedepan bagaimana supaya ini tidak bisa terulang kembali.
Di lokasi yang sama, H. Anton menuturkan bahwa telah melakukan koordinasi dengan Komisi II terkait dengan pembangunan SPBE yang ada di wilayah Kota Bekasi.
“Jadi kita akan evaluasi seluruhnya yang berdekatan dengan warga. Artinya safety ini perlu dilaksanakan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita sudah bisa memperoleh data ada berapa SPBE yang ada di Kota Bekasi, Sehingga nanti tidak terulang lagi kejadian yang seperti ini lagi,” kata Anton kepada media.
Anton menambahkan bahwa DPRD Kota Bekasi akan segera meninjau Standar Laik Operasi (SLO) pada SPBE Cimuning, berikut dengan uji aspek sertifikasi layah fungsinya.
“Kalau ada bermasalah mungkin langsung kita tutup,” tegasnya.
Diketahui juga, hingga saat ini pihak SPBE Cimuning belum memberikan bantuan ataupun berkomunikasi dengan warga terdampak ledakan. Namun, dari Pertamina Peduli pada hari ini akan menyalurkan bantuan berupa makanan siap saji.
“Itu pun hanya 300 box per hari kalau nggak salah. Nah mungkin kalau hari ini kita akan dorong supaya pemilik ini bisa hadir di tengah-tengah masyarakat. Jangan sampai ngumpet terus,” ungkap Anton.
Pihaknya juga akan terus melakukan pendampingan kepada warga korban maupun terdampak ledakan hingga pihak terkait bersedia bertanggung jawab atas kerugian warga.
“Sambil kita menunggu komunikasi dengan pihak swasta yang pemilik stasiun pengisian bahan bakar LPG ini,” pungkasnya. (Mam)
