iklan iklan

Ade Puspita Diunggulkan Dalam Survei Calon Ketua DPD Golkar Kota Bekasi

JAKARTA, Harnasnews.com – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda ) dalam rangka pemilihan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Bekasi nama Ade Puspita Sari disebut-sebut sebagai calon terkuat untuk memimpin partai berlambang pohon beringin itu.

Hal tersebut terungkap berdasarkan  rilis dari lembaga Etos Indonesia Institute soal hasil surveinya terkait popularitas bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi.

Berdasarkan hasil survei, nama anggota DPRD Jawa Barat Ade Puspita Sari muncul sebagai kandidat terkuat bakal calon ketua DPD Partai Golkar dengan angka 37 persen.

Direktur eksekutif Etos Indonesia Institute Iskandarsyah mengungkapkan, penelitian survei ini didasari atas fenomena atmosphere politik yang mulai memanas di tubuh Partai Golkar Kota Bekasi, yaitu banyaknya informasi di media massa baik cetak dan elektronik yang menyajikan pemberitaan terkait sejumlah calon Ketua DPD Golkar Kota Bekasi.

“Dari survei yang kami himpun, dari tingkat popularitas sejumlah nama, Ade Puspita Sari mendapat 37 persen suara responden, kemudian diikuti oleh TB Hendra dengan 18 persen suara responden, Heri Budisusetyo 14 persen suara responden, dan posisi terakhir Nofel Saleh Hilabi dengan 9 persen suara responden,” ungkap Iskandar saat memaparkan hasil rilis calon ketua DPD Golkar Kota Bekasi di Jakarta, baru-baru ini.

Populasi survei ini dilakukan kepada warga negara Indonesia di Kota Bekasi yang merupakan kader dan simpatisan Partai Golkar, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Survei dilakukan berupa sampel asli 500 responden.

Jumlah sampel yang didapat 468 responden. Berdasar jumlah sampel ini, diperkirakan Confidential Interval +/- 1.27% pada tingkat kepercayaan 95%. Menurutnya, responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Satu pewawancara bertugas untuk satu kelurahan yang terdiri hanya dari 10 responden survei dilakukan melalui teknik wawancara mendalam (in depth interview).

“Waktu wawancara lapangan dan pengisian quisioner 20 Mei – 01 Juni 2021 Prosedur Multistage Random Sampling dalam pemilihan sampel,” katanya. Iskandar mengungkapkan, selain pemberitaan di media massa, fenomena konsolidasi yang dilakukan Partai Golkar Kota Bekasi dan elite-elite politik Partai Golkar Kota Bekasi yang turun ke masyarakat juga mulai dilakukan untuk menarik simpati publik.

“Dua fenomena tersebut akan menimbulkan persepsi dan opini di pubilk terhadap tingkat kepercayaan rakyat terhadap Partai Golkar dan politisi Partai Golkar Kota Bekasi. Hal ini akan berpengaruh besar kerpada pencapaian Partai Golkar Kota Bekasi pada Pemilukada 2024 yang akan menjadi hari penentuan bagi masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut Iskandar mengungkapkan, tingginya popularitas Ade Puspita Sari dalam survei yang dilakukan Etos Indonesia Institute lantaran Ade sering turun kepada konstituennya. Baik itu dalam kegiatan aksi sosial maupun konsolidasi politik yang dilakukan oleh putri Wali Kota Bekasi itu.

“Selain itu, berdasarkan pernyataan dari sejumlah responden mengaku bahwa Ade merupakan sosok generasi milenial sebagai wakil rakyat di Jawa Barat, yang diharapkan dapat membawa Partai Golkar Kota Bekasi menjadi pemenang Pemilu pada tahun 2024,” kata Iskandar. (Syg)

Leave A Reply

Your email address will not be published.