
Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro Menyapa Langsung Warga Dalam Kegiatan “Medhayoh”
Bupati Setyo Wahono Bersama Waki Bupati Bojonegoro Nurul Azizah Turun Langsung Menyapa Warga Desa Sudah kecamatan Malo
Dalam sesi tanya jawab, sejumlah isu penting mengemuka.
Salah satunya disampaikan Muhammad Mukhlis Inalauddin, warga Desa Petak, yang menanyakan peluang beasiswa bagi masyarakat miskin berusia di atas 20 tahun terutama mereka yang sempat menunda kuliah karena faktor ekonomi.
Menanggapi hal tersebut, Bupati mengakui saat ini terdapat batasan usia dalam program beasiswa. Namun, pihaknya membuka peluang evaluasi kebijakan.
“Nanti akan kita kaji kembali. Jika memang memenuhi kriteria dan ada niat kuat untuk melanjutkan pendidikan, bisa saja dibuat kebijakan khusus atau diskresi,” jelasnya.
Pertanyaan lain datang dari Robert, pemuda Desa Rendeng, terkait kebijakan bantuan sosial bagi masyarakat di kategori Desil 6. Ia berharap ada perhatian lebih bagi kelompok tersebut.
Menjawab hal itu, Bupati menjelaskan bahwa sistem desil mengacu pada klasifikasi kesejahteraan dari pemerintah.
Menurutnya, masyarakat di Desil 6 umumnya sudah tergolong mampu.
“Harapannya, masyarakat di Desil 6 justru bisa membantu yang berada di Desil 1 dan 2, misalnya dengan membuka lapangan pekerjaan. Kita ingin tercipta kemandirian dan saling menguatkan,” tegasnya.
Melalui program Medhayoh, Pemkab Bojonegoro tidak hanya menyerap aspirasi, tetapi juga membangun komunikasi dua arah yang lebih efektif.
Harapannya, kebijakan yang dihasilkan semakin tepat sasaran dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata. (Prokopim)(SH).
