iklan

Dahlan Iskan Soroti Kinerja Keuangan BUMN Karya

JAKARTA, Harnasnews.com – Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan membeberkan pandangannya terhadap kinerja keuangan BUMN sektor konstruksi yang dinilai ‘haus hingga ke kerongkongan’. Hal ini terlihat dari laporan keuangan beberapa BUMN karya yang ternyata mengalami rugi, atau mengalami penurunan laba dari periode sebelumnya.

“Sudah agak lama para pengamat ekonomi memprediksi: BUMN kelompok infrastruktur tinggal tunggu waktu, sulit atau sulit sekali,” ujarnya dalam tulisan pribadinya di lama DI’s Way, dikutip Minggu (4/4).

Misalnya saja, Waskita Karya yang rugi hingga Rp 7 triliun. Lalu, Wijaya Karya yang labanya terjun bebas dari Rp 2,2 triliun menjadi kurang dari Rp 200 miliar. Lalu, laba PT PP yang juga anjlok dari Rp 800 miliar menjadi Rp 128 miliar.

Menurutnya, pekerjaan infrastruktur memang gegap gempita beberapa tahun terakhir. Namun sekuat-kuatnya perusahaan infrastruktur, tetap saja harus mengandalkan sumber dana dari pihak ketiga. Sementara, pihak ketiga seperti bank juga harus tetap tunduk pada peraturan di bidang perbankan.

“Dana bank adalah napas nomor satu mereka. Maka ketika perusahaan sudah tidak bisa lagi pinjam dana bank, karena sudah mencapai batas atas, bencana tahap 1 pun datang,” ujarnya, dikutip dari merdeka.

Lanjutnya, ketika bank sudah tidak bisa memberi pinjaman, maka pilihannya tinggal obligasi, MTM dan sejenisnya. Namun, kemungkinan bunga yang diterapkan akan lebih tinggi. Apalagi, jika obligasi sudah jatuh tempo dan perusahaan terbukti gagal bayar, pilihannya hanya menerbitkan obligasi baru dengan bunga yang lebih tinggi.

Bahkan, jika menggunakan opsi right issue di pasar modal, BUMN tetap punya batasan menjual saham ke publik, yaitu 50 persen saja. “Perkiraan saya, merosotnya kinerja keuangan mereka sebagian besar akibat kemakan bunga tinggi,” ujarnya.(qq)

Leave A Reply

Your email address will not be published.