Dishub Menyerah, Blokade Jalan Oleh Sopir Angkot Akhirnya Tetapkan Tarif Bus Trans Beken

 

Aksi blokade jalan itu berimbas kepada kepadatan di jalan-jalan arteri lain seperti Jl. KH. Noer Ali, Jl. Jenderal Sudirman dan Jalan M Hasibuan. Pemerintah Kota Bekasi, melalui Dishub Kota Bekasi memutuskan untuk mempercepat penetapan tarif layanan Bus Trans Beken (Bekasi Keren) yang baru saja diluncurkan.

Keputusan ini diambil setelah Dishub menggelar audiensi mendesak dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) dan perwakilan sopir angkot yang merasa terancam dengan operasional gratis angkutan massal tersebut.

Kepala Dishub Kota Bekasi, Zeno Bachtiar, memastikan bahwa masa uji coba gratis Trans Beken akan segera berakhir. Mulai awal bulan depan, masyarakat yang menggunakan moda transportasi ini akan dikenakan biaya.

“Berdasarkan hasil audiensi dengan seluruh pihak, disepakati bahwa tarif Bus Trans Beken akan segera berlaku pada 1 Maret esok,” ujar Zeno dalam keterangannya, Kamis (12/02/26).

Langkah ini dinilai sebagai jalan tengah atau win-win solution untuk menjaga ekosistem transportasi perkotaan. Zeno menegaskan, pemerintah tetap berupaya memajukan transportasi massal tanpa mematikan angkutan konvensional yang sudah ada.

“Kami duduk bersama pemangku kepentingan, Organda, dan angkutan kota lainnya untuk mencari cara memajukan transportasi perkotaan di Kota Bekasi secara bersama-sama,” tambahnya.

Dalam kebijakan terbaru ini, tarif Trans Beken ditetapkan sebesar Rp 4.500 per penumpang untuk rute Terminal Induk Bekasi – Harapan Indah (PP). Sementara itu, untuk Bus Trans Patriot rute Summarecon Bekasi – Vida, tarif dipatok sebesar Rp 6.000.

Meski berbayar, tarif tersebut sejatinya masih di bawah harga keekonomian karena Pemerintah Kota Bekasi telah menyuntikkan subsidi. Melalui APBD Tahun 2026, dana segar sebesar Rp 9 miliar telah dialokasikan untuk menopang operasional kedua moda transportasi “plat merah” tersebut.

“Anggaran sebesar Rp 9 miliar sudah dialokasikan agar operasional Bus Trans Beken dan Bus Trans Patriot bisa disubsidi. Jadi secara sistematis anggarannya include untuk operasional kedua bus nanti,” jelas Zeno.

Sebagai informasi, Trans Beken baru saja diresmikan pada 10 Februari 2026. Kehadirannya sempat memicu gejolak di kalangan sopir angkot yang khawatir kehilangan penumpang akibat layanan gratis yang ditawarkan pemerintah, hingga berujung pada aksi blokade jalur protokol.(Mam)

Leave A Reply

Your email address will not be published.