Ditinggal Saat Bacakan PU, Rany Minta PSI Stop Buat Gaduh ‘Rumah Sendiri’

JAKARTA, Harnasnews.com– Sikap walk out yang dipertontonkan 8 fraksi dalam sidang paripurna pembacaan pandangan umum (PU) oleh fraksi PSI dinilai merupakan hal yang wajar.

Aksi WO itu dianggap sebagai salah satu bentuk kritik fraksi-fraksi di DPRD terhadap PSI yang kerap membuat gaduh di rumah sendiri. Khususnya, dalam setiap pembahasan APBD DKI.

Adalah Ketua Fraksi Gerindra di DPRD, Rany Mauliani yang angkat bicara mengkritisi sikap pemilik 8 kursi di Kebon Sirih itu.
Padahal, pada kenyataannya di lapangan 8 anggota fraksi PSI menikmati anggaran RKT dengan melaksanakan reses dan sosper.

“Walkout anggota dewan itu sikap kecewa terhadap PSI yang suka buat gaduh di “rumah sendiri”. Jadi PSI harus introspeksi terhadap kegaduhan yang ditimbulkannya. Jangan sampai melukai anggota dewan lain lah. Emangnya anggaran yang digunakan untuk reses dan sosper anggota PSI dari mana,?” ujar politisi yang sudah dua periode duduk di Kebon Sirih itu mempertanyakan konsistensi PSI menolak anggaran RKT kepada Harnasnews.com, Senin (14/12).

Dengan ‘sikap semau gw’ yang dipertontonkan PSI menyikapi anggaran yang sudah ditetapkan oleh institusi DPRD dan ditandatangani seluruh fraksi. Sudah sepantasnya, lanjut anggota Komisi E DPRD DKI itu fraksi-fraksi yang berada di Kebon Sirih pun mempertontonkan sikap yang sama.
“Semua yang dilakukan oleh fraksi di DPRD sah-sah saja. Bebas mau bersikap gimana pun, termasuk WO. Sama kan dengan sikap PSI yang sudah berperilaku bebas-sebebasnya,” kesalnya.

Diharapkannya, jika ada upaya melakukan pencitraan dalam konteks berpolitik. Hal itu, dinilai Rany merupakan hal yang wajar. Namun, harus pula mempertimbangkan asfek lain yang berada di DPRD DKI. “Besarlah tanpa menyakiti. Jangan seolah-olah hanya bersih dan suci sendiri. Jangan seolah-olah menolak anggarannya tapi melaksanakan kegiatannya terus meng umbar pencitraan kemana-mana, sindirnya.

Kemarahan juga disampaikan Ketua BK DPRD DKI, Nawawi. Meski kerap mempertontonkan kesalahan, PSI seperti tidak kapok dengan pemanggilan oleh BK DPRD DKI pada pembahasan APBD tahun lalu.
“Wajar lah kalau semua WO saat PSI menyampaikan PU fraksi. Ini kan bukti mereka menyakiti anggota dewan secara menyeluruh. Apalagi RKT itu PSI ikut tandatangan dan menyetujui,” tandas politisi Demokrat itu.(sof)

Leave A Reply

Your email address will not be published.