PSI Diminta Tidak Sebar Fitnah Sebut RKT Kenaikan Gaji 106 Anggota Dewan

Afni Anggap Wajar Aksi Walk Out 8 Fraksi

JAKARTA, Harnasnews.com – Sikap PSI yang menolak kenaikan anggaran rencana kerja tahunan (RKT) di APBD 2021. Karena disamakan dengan kenaikan gaji 106 anggota dewan terus menuai protes.

Anggota DPRD DKI Jakarta, Nur Afni Sajim malah meminta agar PSI tidak menebar berita bohong hanya untuk menaikan citra partainya di tengah masyarakat. Karena pada 2021, tidak ada gaji atau tunjangan dewan yang mengalami kenaikan.
Ironisnya, meski menyatakan menolak anggaran RKT. Anggota dewan PSI ikut menikmati anggaran RKT, dengan melaksanakan reses, sosper di dapilnya dan pelaksanaan Bintek pada Desember 2020.

“Kalau PSI menolak anggaran RKT, harusnya jangan ambil kegiatan reses, sosper dan jangan ikut Bintek pada Desember 2020 ini. Bahkan sampai anggaran RKT 2021 nanti. Tapi yang terjadi anggota frakski PSI mengikuti kegiatan yang anggarannya ada di RKT,” ujar vokalis partai Mercy itu kepada Harnasnews.com, Senin (14/12).

Menurut Afni, agenda kegiatan yang ada dalam RKT merupakan kegiatan dewan menemui masyarakat dan baru dimasukan dalam anggaran pada 2021. Hal itu, berbeda dengan wilayah lainnya. Anggaran itu pun bertujuan, sambung Afni diperuntukan menampung aspirasi dan keluhan masyarakat khususnya untuk pembangunan di tengah masyarakat.

“Masyarakat sangat mengharapkan anggota dewan yang dipilihnya bisa turun dan menyerap aspirasinya. Karena ini menyangkut kemajuan wilayah. Jadi kalau PSI sebagai fraksi baru belum mengerti soal RKT sebaiknya diskusikan sebelum menyebar berita bohong pada masyarakat,” jelasnya.

Karena itu pula, sambung anggota Komisi B DPRD DKI itu menilai, sangat wajar jika 8 fraksi melakukan walk out saat pembacaan pandangan umum fraksi PSI di sidang Paripurna, Senin (14/12). Sebab, dengan mengeluarkan statemen menolak RKT dan menuding institusi dewan merampok uang rakyat. Merupakan, sikap tidak elok yang dimunculkan oleh PSI.”Bisa diartikan ini sebagai teguran. Jadi jangan selalu memprotes, padahal PSI ikut dalam penandatanganan di dewan,” sindirnya.

Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi Gerindra, M Taufik ikut menganggap wajar aksi walk out seluruh anggota DPRD DKi saat PU Fraksi PSI.
Dan sikap WO fraksi, kata MT biasa M Taufik disapa tidak menutup kemungkinan akan terjadi terus-menerus saat PSI menyampaikan pandangannya di DPRD.(sof)

Leave A Reply

Your email address will not be published.