iklan

Gedung BPKP Ciawi Dijadikan Ruang Karantina Kota Bogor, Bagaimana Kesiapannya?

Gedung BPKP Ciawi Dijadikan Walikota Bogor , Bima Arya , untuk Karantina Pasien Positif Corona yang tidak Bergejala ( OTG). Foto : Rifai

Kabupaten Bogor.Harnasnews.com – Sejumlah pegawai di kampus 2 Pusdiklatwas Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Ciawi yang menjadi satgas Covid-19 non medis mengaku bimbang dan bingung. Pasalnya, pasca dijadikan sebagai pusat isolasi pasien Covid-19 orang tanpa gejala (OTG) dan gejala ringan oleh Walikota Bogor Bima Arya mereka belum dibekali alat pelindung diri (APD) dan bimbingan teknis dalam penanganan pasien.

” Saya juga khawatir dan bingung dalam menjalankan tugas sebagai satgas Covid-19, karena tidak diberikan APD maupun bimbingan teknis cara penanganan pasien yang akan menjalani isolasi disini,” ujar Yulianto, satgas Covid-19 BPKP Ciawi, pada Jumat (05/03/2021).

Menurut dia, seharusnya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Kesehatan memberikan penyuluhan atau bimbingan teknis kepada pegawai BPKP terkait tata cara penanganan pasien, selain itu juga memberikan alat pelindung diri untuk menjaga penularan virus corona meskipun yang menjalani perawatan di BPKP adalah pasien OTG dan gejala ringan.

” Walaupun pasiennya OTG dan gejala ringan, tetap saja kami khawatir terhadap penularan virus corona yang penularannya tidak bisa terlihat,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, BPKP Ciawi mempersiapkan 12 pegawai untuk dijadikan Satgas Covid-19 non medis di kampus 2 Pusdiklatwas yang terdiri dari 4 lantai dimasing-masing lantai terdapat 16 kamar dengan 2 tempat tidur yang tersedia disetiap kamarnya. Jadwal pemindahan pasien dari BNN Lido hari ini, kata dia lagi, dibatalkan pihak Dinkes Kota Bogor.

” Harusnya hari ini ada pasien yang dipindahkan tapi dibatalkan, pembatalannya juga tidak tahu sampai kapan tidak ada jadwal pasti,” jelas Yulianto.

Sebelumnya, Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto, mengaku semua ikhtiar dalam penanganan dan penanggulangan Covid-19 telah dilakukan sesuai rumus dasarnya, yaitu 3 T (Testing, Tracing, Treatment).

“Treatment yang dilaksanakan, dipastikan selalu dievaluasi, salah satunya Bed Occupancy Rate (BOR). Selama ada rumusan dan landasannya, Insya Allah semuanya on the track,” kata Bima, dalam keterangannya.

Menurut Bima Arya, fasilitas yang disediakan di kampus 2 Pusdiklatwas BPKP Ciawi sebagai lokasi isolasi lebih dari layak, sangat baik ideal baik dari segi jarak dan kesiapan.

“Kondisinya siap, artinya besok sudah bisa menerima pasien,” tandasnya. (RFS)

Leave A Reply

Your email address will not be published.