Jarot – Mokhlis Sambangi Tiga Keluarga Korban Yang Hanyut Tergerus Air Banjir

SUMBAWA,Harnasnews.com – Calon Bupati/Wakil Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot,MP – Ir. H. Mokhlis,M,Si ( Jarot – Mokhlis) menyambangi tiga keluarga korban yang tergerus air banjir dan menyebabkan meninggal dunia di Desa Batutering Kecamatan Moyo Hulu Kabupaten Sumbawa dua hari lalu (14/12).

dihadapan keluarga korban Jarot – mokhkis menyampaiakan berbelasungkawa atas kejadian tersebut. Menurutnya setiap musibah pasti ada hikmahnya.

“Kami berdua datang kesini untuk mengucapkan berbelasungkawa atas kejadian ini. Semoga apa yang menimpa bapak dan ibu ada hikmahnya,”ungkap calon Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot (15/12).

Menurutnya ini adalah musibah. Duka batutering adalah duka kami semua. Dan kami turut berduka cita atas telah meninggalnya tiga orang warga disini.

“Kami turut berduka cita atas meninggalnya warga batutering,”singkatny.

Sementara itu Kepala Desa Batutering Alwan mengatakan ini adalah musibah yang dihadapi oleh keluarga di desa kami.

“Sebenarnya kejadian ini adalah spontan. Dimana saat petani pulang dari menanam dan menyeberangi sungai besar. Namun dengan tiba – tiba ada air turrun dari bagian hulu sehungga menyebabkan banjir. Akibat dari kejadian tersebut tiga orang perempuan ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus sungai Pengkareng di Desa Lito, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat pada Senin (14/12), sekitar pukul 13.20 Wita”tandas Alwan.

Lanjutnya, dirinya mengucapkan terima kasih atas kedatangan Jarot – Mokhlis untuk mengobati warganya yang berbelasungkawa.

“Kami sampaiakan terima kasih kepada pak jarot – mokhlis. Karena sudah datang untuk melihat dan memberikan kekuatan kepada keluarga yang mendapat musibah di desa kami,”tutupnya.

Seperti diketahui Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mataram Nanang Sigit PH membenarkan adanya tiga perempuan yang meninggal dunia akibat terseret arus sungai di Kabupaten Sumbawa setelah menerima informasi dari Kepala Desa Batu tering Alwan Hidayat, Senin.

“Tiga korban tersebut atas nama Masitah (42), Nurhasanah (42), dan Atik Lestari (30),” sebut Nanang Sigit PH.

Ketiganya berasal dari Desa Batu Tering, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa. Ketiga korban dibawa ke rumah duka.

Berdasarkan keterangan dari Alwan, peristiwa tersebut bermula ketika 10 orang warganya pergi membantu keluarganya bercocok tanam di Desa Lito. Ketika tiba di pinggir sungai, empat orang warga mencoba menyeberangi sungai saat kondisi hujan lebat. Namun tiba-tiba air sungai meluap dan menyeret mereka.

Melihat kejadian tersebut, enam warga yang belum menyeberangi sungai melaporkan kejadian tersebut ke warga di kampung.

Masyarakat setempat yang mendapatkan laporan beramai-ramai melakukan pencarian dan berhasil menemukan salah satu korban atas nama Rabiatul (30), dalam kondisi tersangkut di ranting pepohonan. Korban berhasil dievakuasi dengan selamat dan dibawa ke rumah keluarganya.

Pencarian dilanjutkan dengan menyisir pinggir sungai dan kembali berhasil menemukan dua korban lainnya, yakni Masitah, dan Nurhasanah. Namun keduanya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia tidak jauh dari lokasi tersangkutnya korban yang selamat.

Korban terakhir atas nama Atik Lestari juga ditemukan meninggal dunia sekitar satu kilometer dari lokasi penemuan dua korban yang meninggal dunia.

“Korban terakhir ditemukan sekitar pukul 15.00 WITA, atau setelah dilakukan pencarian selama tiga jam,” kata Alwan.

Nanang menambahkan sebelumnya tim rescue Pos SAR Sumbawa diterjunkan ke lokasi kejadian setelah menerima laporan dari kepala desa Batu Tering beberapa saat setelah kejadian.

“Tim Rescue Pos SAR Sumbawa bergabung dengan anggota TNI, Polri, BPBD, Polisi Pamong Praja, Tagana, masyarakat setempat dan unsur lainnya saat berada di lokasi kejadian untuk membantu proses evakuasi korban,” imbuhnya.(Hermansyah)

Leave A Reply

Your email address will not be published.