iklan

Jeritan Korban Banjir, Warga: Bapak Bupati Eka, Bagaimana Dengan Kejelasan Bantuan Untuk Kami

BEKASI, harnasnews.com – Warga Desa Sukahurip, Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi yang menjadi korban banjir akibat tanggul Sungai Citarum jebol minta kejelasan soal bantuan dan perbaikan rumah mereka yang rusak.

Karena hingga saat ini, belum ada informasi yang pasti kapan bantuan diberikan untuk memperbaiki rumah mereka yang rusak. Sedangkan saat ini, puluhan warga yang rumahnya rusak imbas luapan Sungai Citarum terpaksa masih tetap mengungsi.

“Iya sampai sekarang ini masih belum jelas ini. Sudah dimintai data dan sudah dibuatkan ATM tapi belum juga ada bantuannya,” kata Samsudin (50), salah seorang warga Desa Sukahurip yang menjadi korban luapan Sungai Citarum, pada Senin (15/3/2021).

Samsudin bersama keluarganya hampir satu bulan mengungsi di tempat saudaranya. Karena rumahnya saat ini hanya menyisakan pondasi dan lantainya saja.

“Habis berantakan. Jadi saya tinggal di rumah saudara di samping rumah saya. Ini rumah saudara aja sudah hampir sebelah juga rusak enggak normal. Kalau rumah saya sudah hancur semua sisa pondasi saja sama ubin,” kata dia.

Samsudin sudah mendapat informasi soal bantuan untuk perbaikan rumah warga yang menjadi korban banjir akibat jebolnya Sungai Citarum di Kabupaten Bekasi. Katanya, bantuan akan diberikan dari Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Bantuan yang dijanjikan, kata Samsudin, berupa material bangunan. Serta uang yang akan dikirim melalui rekening yang sudah didaftarkan.

“Dari Mensos (Menteri Sosial) juga ada informasinya. Tapi enggak tahu ini belum ada juga. Baru yang dapat itu rumah yang lokasi di bagian atas. Itu juga cuma beberapa, kalau dibawah dekat tanggul belum ada kejelasan juga,” ungkapnya.

Eti (38), warga lainnya juga mengatakan hal serupa. Ia baru sebatas diminta tanda tangan untuk membuat rekening dan kartu ATM.

Tapi sampai saat ini Eti belum menerima kartu ATM yang dijanjikan. Termasuk berapa besaran bantuan yang akan diterimanya.

“Belum ada kepastian kapan pembangunannya dilakukan. Termasuk besaran anggaran bantuannya berapa. Sekarang baru tanda tangan untuk buat ATM aja,” kata Eti. (Sygy)

Leave A Reply

Your email address will not be published.