
- Pertanggungjawaban kewenangan, apakah terdapat indikasi penyalahgunaan kewenangan atau pembiaran sistematis oleh pejabat atau institusi pengawas (BEI/OJK) yang memungkinkan kerugian investor publik? Ranah hukum seperti pasal 3 UU Tipikor tentang penyalahgunaan kewenangan yang merugikan keuangan negara terbuka untuk dikaji.
- Keterkaitan sistemik, untuk menghubungkan titik-titik antara kasus saham gorengan dengan kelemahan data di AHU, dengan model pengawasan BEI yang telah dikritik BPK, dan dengan definisi informasi material yang sempit yang melindungi praktik seperti kuota hangus.
- Dokumen audit sebagai alat bukti, sebab LHP-LHP BPK yang telah mencatat kelemahan bertahun-tahun harus menjadi peta dan alat buti awal yang crucial bagi penyidik untuk memahami konteks sistemik kejahatan yang terjadi.
Pilihan di tangan kita untuk reformasi substantif atau siklus akan terulang
Krisis 2026 adalah panggilan bangun yang keras. Kita memiliki semua elemen, berupa peringatan dari pasar global (MSCI), catatan panjang dari audit negara (BPK), dan tindakan penegakan hukum yang mulai bergerak (Bareskrim)!
Kini, pilihannya ada di tangan kita semua:
- Bagi aparat penegak hukum: beranikah melakukan penyidikan yang total, tidak hanya menebang rumput liar (pelaku), tetapi juga membongkar tanah subur tempatnya tumbuh (sistem yang gagal)?
- Bagi OJK dan BEI: beranikah melakukan introspeksi mendalam, mereformasi sistem pengawasan dari orientasi checklist menjadi penilaian risiko substantif, dan memperluas makna transparansi untuk melindungi investor?
- Bagi publik dan investor: bersediakah terus meminta pertanggungjawaban dan tidak mudah puas dengan tindakan simbolis?
Jalan keluarnya jelas, yakni audit tematik menyeluruh oleh BPK terhadap tata kelola pasar modal, diikuti revisi regulasi yang berani oleh OJK, dan penegakan hukum yang proporsional dan sistemik.
Pasar modal hidup dari kepercayaan. Kepercayaan itu kini terkikis oleh kuota yang hangus tanpa jejak, saham yang digoreng dalam kegelapan informasi, dan pengawasan yang hanya mengejar berkas rapi.
Masa depannya ditentukan oleh pilihan kita hari ini, yaitu memperbaiki substansi, atau kembali nyaman dalam kepatuhan semu yang hanya menunda ledakan krisis berikutnya!
