Kementan Lakukan TOT Registrasi Kampung dan Lahan Usaha

Dirinya meyakini bahwa registrasi kebun hortikultura ini dapat memperluas akses pasar sehingga ekspor komoditas hortikultura bisa semakin melejit.

“Kita sudah berada di era digital. Jika kita ingin komoditas kita disukai pasar internasional maka kita harus menerapkan SOP. Kebun harus diregistrasi karena itu menjadi salat satu syarat ekspor,” tegasnya, dikutip dari republika.

Peserta turut melakukan kunjungan lapang ke kebun pisang ambon, pisang tanduk, kebun cabe dan kebun alpukat di Desa Tangkil, Kec. Caringin, Kab Bogor.   Dalam kunjungannya, perwakilan Dinas Pertanian Provinsi ini juga diajarkan cara pemakaian aplikasi registrasi kebun dan lahan usaha hortikultura.

Saat menutup acara, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Bambang Sugiharto menyampaikan betapa pentingnya sosialisasi ini kepada seluruh peserta. Bambang juga mengharapkan kiranya peserta yang telah diamanahkan oleh daerah dapat memahami arti penting penerapan GAP/SOP ini.

“Selain sebagai bukti penerapan GAP/SOP, nomor registrasi kebun dan lahan usaha saat ini digunakan sebagai salah satu persyaratan ekspor.  Kebun dan lahan usaha yang telah mendapat nomor registrasi tersebut diharapkan siap untuk ditindaklanjuti dengan sertifikasi seperti sertifikasi GAP, sertifikasi organik maupun standar jaminan mutu,” pungkasnya.

Pelaksanaan TOT registrasi kebun dan lahan usaha ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi peningkatan mutu produk hortikultura kedepannya, sehingga memberikan nilai tambah bagi petani.(qq)

Leave A Reply

Your email address will not be published.