Ketua Komisi III DPRK Aceh Utara Dukung Normalisasi Irigasi Tanah Luas, Petani Siap Garap Sawah Kembali

Endapan lumpur pascabanjir pada 26 November 2025.9

Menurutnya, kondisi irigasi yang tersumbat lumpur dan sampah telah menghambat distribusi air ke area persawahan selama bertahun-tahun. Akibatnya, aktivitas pertanian menjadi lumpuh dan berdampak langsung pada kesejahteraan petani.

Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam menyelesaikan persoalan tersebut. “Kami tidak tinggal diam. Setiap persoalan yang menyangkut petani harus dibicarakan bersama seluruh stakeholder agar tidak terjadi saling menyalahkan. Yang utama adalah kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Hanafiah mengakui bahwa para petani di wilayah tersebut sudah enam tahun tidak dapat mengolah sawah sejak jebolnya Bendungan Krueng Pase pada 2020. Situasi ini semakin memburuk akibat banjir besar di akhir November 2025 yang menyebabkan sedimentasi parah di saluran irigasi.

Meski demikian, ia menyebutkan bahwa pembangunan bendungan kini telah rampung. Fokus utama saat ini adalah percepatan pembersihan saluran irigasi agar air dapat kembali mengalir ke lahan pertanian.

Bendungan Krueng Pase sendiri dirancang untuk mengairi sekitar 8.922 hektare lahan di sembilan kecamatan, yakni Meurah Mulia, Samudera, Syamtalira Bayu, Matang Kuli, Syamtalira Aron, Tanah Luas, Nibong, Tanah Pasir, serta Blang Mangat di Kota Lhokseumawe.

Selama ini, sistem irigasi bergantung pada dua daerah irigasi utama, yakni DI Pase Kiri dan DI Pase Kanan. Dengan normalisasi yang dilakukan, diharapkan distribusi air dapat kembali optimal.
Hanafiah juga meminta dukungan pemerintah berupa alat berat seperti excavator untuk mempercepat proses pembersihan, serta bantuan bibit bagi petani agar dapat segera memulai kembali musim tanam.

Ia menambahkan, pembukaan pintu air direncanakan berlangsung mulai 15 Mei hingga 15 September 2026. Jika proses normalisasi rampung tepat waktu, maka dalam tiga bulan ke depan distribusi air ke persawahan sudah dapat berjalan normal.

“Langkah ini penting agar air bisa kembali mengalir ke 35 desa di Kecamatan Tanah Luas. Kita ingin petani segera bangkit dan kembali beraktivitas seperti biasa,” pungkasnya. (Zulmalik)

Leave A Reply

Your email address will not be published.