iklan

Loyalis AHY Soroti Bidang Ekonomi, Kesehatan dan Pelayanan di Jakarta

Sebulan Jelang Tutup Tahun 2020

JAKARTA, Harnasnews.com – Kinerja gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mendapatkan sorotan tajam sepanjang 2020.

Sembilan bulan ibukota dilanda pandemi covid 19, performance anak buah gubernur yang diusung PKS dan Gerindra dinilai jauh dari harapan masyarakat.

seperti yang diungkapkan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD DKI, Desie Christhyana Sari. Pihaknya meminta agar pada 2021 mendatang, kinerja pemda harus ditingkatkan khususnya di tiga bidang tersebut.

“Ada tiga persoalan yang menjadi perhatian kami dalam hal kinerja gubernur Anies sepanjang tahun 2020. Kedepan perlu ada perbaikan dan peningkatan. Seperti pada bidang ekonomi, kesehatan dan pelayanan masyarakat,” ujar anggota Komisi B DPRD DKI itu, kepada wartawan di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (27/11) sore.

Loyalis AHY yang sudah duduk dua periode menjadi anggota DPRD DKI Jakarta itu mengungkapkan khusus di bidang ekonomi. Pemda DKI dinilai kurang melakukan sosialisasi dalam program penyaluran bantuan pinjaman pada pedagang UKM di DKI.

Kecenderumganya, sosialisasi yang idealnya dilakukan secara masive. Kenyataan di lapangan, informasi adanya program bantuan di masyarakat hanya terbatas pada orang-orang tertentu.

“Dampak yang dirasakan oleh pelaku UKM, bantuan pinjaman modal itu jadi tidak merata dirasakan oleh para pedagang yang terkendala modal usaha di masa pandemi sekarang ini,” sesalnya.

Di bidang kesehatan, politisi wanita berkulit putih itu pun menyoroti lemahnya sosialisasi yang dilakukan oleh pihak Puskesmas terhadap pencegahan penyebaran virus covid 19.

“Saat ini Jakarta dilanda musim hujan. Seperti biasanya sejumlah penyakit pun pasti akan mengancam masyarakat, seperti DBD, Tipes. Belum lagi, pandemi covid 19 yang belum usai. Sudah tentu peranan dinas kesehatan untuk menanggulangi persoalan kesehatan masyarakat harus ditingkatkan,” bebernya.

Sementara, dalam hal pelayanan. Desie pun mencatat masih jauh dari harapan.

Satgas covid 19 yang seharusnya berada di garda terdepan dalam mensosialisasikan bahaya covid 19 dan pencegahannya. Temuan di lapangan, dirasakan anggota DPRD yang terpilih dari dapil Jakpus itu tidak berfungsi sesuai harapan.

“Satgas covid 19 yang sudah dibentuk hingga tingkat RW dan RT tidak efektif. Salah satu contoh yang terjadi di Kelurahan Pegangsaan. Malah dewan kota yang pro aktif dalam mensosialisasikan bahaya dan pencegahan covid 19,”tutupnya. (Sof)

Leave A Reply

Your email address will not be published.