
LSM Tri Nusa Ancam Tutup Akses Truk ke TPST Bantargebang
JAKARTA, Harnasnews – Ketua LSM Tri Nusa Kota Bekasi, Maksum Alfarizi alias Mandor Baya, mengaku geram atas insiden longsornya Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) milik Pemprov DKI Jakarta yang terletak di Kecamatan Bantargebang Kota Bekasi.
Padahal, kata Mandor, pemerintah sendiri telah menggelontorkan anggaran yang sangat fantastis untuk pengelolaan sampah di Bantargebang, namun dalam pelaksanaanya dinilai hanya jadi bancakan pejabat Pemprov DKI dan Pemkot Bekasi.
“Seharunya dengan dana kompensasi yang cukup besar itu, pihak Pemprov DKI maupun Pemkot Bekasi sebelumnya dapat memitigasi bencana longsor sampah. Yang terjadi justru sebaliknya begitu insiden itu terjadi bahkan sudah memakan korban, pihak Pemkot Bekasi maupun Pemprov DKI Jakarta seolah sok sibuk. Jadi sepertinya para pejabat kita ini tengah meminta tumbal dari mayarakat Bantargebang guna melanggengkan korupsinya,” ujar Mandor Baya kepada sejumlah awak media di Balaikota DKI Jakarta, Senin (9/3/2026).
Pihaknya juga menuding Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi maupun Pemprov DKI Jakarta sengaja mengeksploitasi TPST Bantargebang untuk memperkaya diri dan kelompoknya.
LSM Tri Nusa juga mempertanyakan dana kompensasi dari DKI ke Kota Bekasi yang bernilai tiga ratus miliar lebih. Dia menduga anggaran tersebut hanya jadi bancakan pejabat di Kota Bekasi. Sementara masyarakat yang terdampak sampah tidak mendapatkan dana kompensasi yang sesuai dengan harapan.
Bahkan, konon dana yang ratusan miliar dari DKI Jakarta itu, warga terdampak sampah hanya mendapatkan Rp400.000 per kepala keluarga, dan dibagikan tiga bulan sekali.
“Kemana sisa anggaran tersebut. Kami juga mempertanyakan adanya tim moitoring penanganan sampah di TPST Bantargebang yang dibentuk Wali Kota Bekasi. Kabarnya mereka mendapat gaji yang cukup besar. Apa peran mereka?, jika tidak ada fungsinya bubarkan saja,” tegas Baya.
Jika Pemprov DKI dan Pemkot Bekasi tidak transparan, Mandor Baya mengancam akan menutup akses jalan truk yang memuat sampah ke TPST Bantargebang. “Kami dalam waktu dekat akan melakukan aksi di Bantargebang. Dan tidak menutup kemungkinan akan menyetop seluruh aktifitas truk pengangkut sampah ke Bantargebang hingga persoalan ini selesai,” pungkasnya. (Dry)
