Masuk Bursa Cagub Banten, Dimyati Natakusumah Miliki Segudang Pengalaman Pemerintahan

JAKARTA, Harnasnews – Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute dan juga pengamat politik Iskandarsyah menyampaikan hasil poling dan survei calon gubernur (Cagub) Banten periode 2024-2029. Hasilnya, Dimyati Natakusumah memperoleh suara tertinggi dibandingkan calon lainnya.

Dalam surveinya, politisi Partai Keadilan Sejahtera yang juga mantan bupati Pandeglang, itu dibayang-bayangi oleh mantan Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, kemudian disusul Rano Karno (Anggota DPR RI dan yang juga mantan Wagub Banten.

“Presentasenya lumayan tinggi dan jauh dari urutan kedua dan ketiga, ini membuktikan bahwa (Dimyati Natakusumah) sudah cukup mumpuni menjadi orang nomor 1 di provinsi Banten. Selain memiliki integritas, beliau memiliki segudang pengalaman dalam memimpin daerah,” ujar Iskandar dalam keterangan persnya, Senin (6/4/2024).

Selain itu, kata Iskandar, Dimyati merupakan figur yang berkompeten dengan segudang pengalaman politik maupun dalam mengelola pemerintahan.

Menurutnya, sangat wajar jika dalam poling Dimyati mendapatkan posisi puncak. Di samping itu politisi PKS itu memiliki portofolio yang bagus. Sehingga tidak salah jika Banten 1 adalah opsi terbaik buat mantan bupati Pandeglang itu.

“Istri beliau juga bupati Pandeglang, putranya juga anggota DPR RI, catatan politik dan perjalanan politiknya sudah cukup menjadikan beliau orang nomor 1 di provinsi Banten,” ujarnya.

“Kita lihat 3 bulan ke depan di poling dan survei Etos kemungkinan-kemungkinan pasti ada, peluang sudah pasti besar buat beliau untuk maju menjadi Banten 1,” imbuh dia.

Iskandar mengungkapkan, kehadiran Dimyati dalam bursa cawagub itu dinilai akan merubah dan membawa kondisi provinsi Banten ke arah yang lebih baik guna memutus kekuatan dinasti politik Golkar di Banten.

Lebih lanjut, dinasti politik di Banten yang cenderung korup selama ini cukup kuat. Namun sayangnya tidak berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan masyarakat. Jika ini terus dipertahankan maka akan menjadi preseden buruk bagi masyarakat.

“Jadi, jika masyarakat menginginkan perubahan maka Pilkada 2024 ini harus menjadi momentum untuk memutus mata rantai kekuasaan di Banten yang selama ini cenderung korup,” tutup Iskandar. (Red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.