
May Day: Momentum Penguatan Hubungan Industrial semakin solid Antara Pekerja
Dalam forum tersebut, para pekerja menyampaikan enam aspirasi utama kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, yakni jaminan kepastian kerja, termasuk penolakan PHK.
Upah layak, agar kompetitif dengan daerah sekitar seperti Tuban dan Lamongan.
Pemberantasan rokok ilegal demi menjaga industri resmi, evaluasi Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) agar tidak berdampak pada pelaku usaha kecil.
Revisi aturan jaminan pensiun, khususnya PP No. 45 Tahun 2015 terkait usia manfaat dan percepatan pencairan BLT bagi buruh.
Aspirasi ini mencerminkan kebutuhan riil pekerja di tengah dinamika ekonomi saat ini.
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, memberikan tanggapan positif atas seluruh aspirasi tersebut.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk menindaklanjuti tuntutan para buruh sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi tripartit.
Menurutnya, peringatan Hari Buruh bukan hanya simbol, melainkan ruang dialog yang harus menghasilkan solusi nyata.
Semangat “Merajut Harmoni, Menjemput Sejahtera” benar-benar terasa dalam peringatan May Day tahun ini.
Kolaborasi yang terjalin diharapkan mampu menjadi fondasi kuat bagi pembangunan industri yang berdaya saing sekaligus berpihak pada kesejahteraan pekerja.
Dengan satu tekad dan tujuan bersama, Bojonegoro terus melangkah menuju masa depan yang lebih inklusif, adil, dan sejahtera bagi semua pihak. (Prokopim)(SH)
