
SUMBAWA,Harnasnews.com – M.Fadli, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kabupaten Sumbawa menegaskan, akan melakukan tindakan tegas untuk menghentikan peredaran gelap narkoba, khususnya di dalam lapas. Agar tidak menimbulkan kesan lapas sebagai tempat pembiaran.
“Kita sedang perang. Melakukan pendekatan, deteksi dini, penelitian, menjaring semua untuk bisa meminimalisiri. Agar lapas sumbawa tidak kesannya sebagai tempat untuk pembiaran, kami sangat tidak setuju,” katanya dalam media gathering yang digelar Lapas Sumbawa bersama media, di Lapas Sumbawa, Rabu (15/07).
Menurutnya, bahkan saat ini, lapas mengambil tindakan tegas terhadap warga binaan yang diketahui memiliki handphone. Sebab melalui handphone, diketahui terjadi potensi peredaran gelap narkoba di luar lapas.
“Kami tidak main-main. Jangankan shabu-shabu. Yang kedapatan handphone pun saat ini masih ada di sel. Karena memang sumbernya dari handpohone. Ia tidak mengedarkan disini, tapi diluar, barangnya sampai ber-gram-gram. Pada saat ketangkap, ternyata dari dalam. Sumbernya dari sini,” jelasnya.
Bahkan kata Kalapas, bandar narkoba level tinggi akan dikirim ke Nusa Kambangan atau lapas khusus narkoba super maksimum security.
“Pesan Dirjen pemasyarakatan kemarin, kalau ada bandar dengan level tinggi maupun petugas kita terlibat sekalipun akan dikirim ke nusa kambangan. Karena disana sudah ada lapas khusus dengan super maksimum security, sebagai bahan untuk introspeksi, supaya kapok. Kita pun tidak mau, tidak ada satupun petugas kami yang menjadi bagian dari peredaran gelap narkotika. Kalaupun ada, itu ulah oknum-oknum yang harus segera kami tindaklanjuti,” ujarnya.
Sambung Kalapas, ia berencana, agar setiap warga binaan baru, dilakukan tes urine sebelum bergabung dengan warga binaan lainnya.
“Apabila ada dukungan, setiap tahanan baru masuk kami akan lakukan tes urine. Karena itu wujud nyata kami petugas lapas untuk tidak mau terlibat dalam peredaran gelap narkotika. Kita tidak mau ada sumber penyakit baru yang akan mencemarin 402 orang disini. Inilah tantangan terbesar kami dan lapas Sumbawa hingga saat saat di test urine nol narkoba,”katanya.(Herman)
