Nawa Bhakti Satya Jatim Cerdas, Wujudkan Pendidikan Berdampak, Merata dan Berkualitas

SURABAYA,Harnasnews – Pemerintahan Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak menapaki satu tahun kepemimpinan pada Jumat (20/2). Di sektor pendidikan, Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur mencatat sejumlah capaian dalam implementasi Nawa Bhakti Satya ke-6, Jatim Cerdas, dengan fokus pada pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan.

Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menyatakan sektor pendidikan menjadi prioritas utama dalam mewujudkan visi pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, berbagai program strategis telah dijalankan dan sebagian melampaui target.

“Jawa Timur memiliki 439 SMA negeri dan 1.083 SMA swasta, serta 299 SMK negeri dan 1.868 SMK swasta. Jumlah ini menuntut strategi pemerataan yang serius. Alhamdulillah, banyak program berjalan sukses dalam mewujudkan pendidikan berdampak,” ujarnya, Minggu (22/2).

Dalam aspek pembiayaan, Bantuan Siswa Miskin (BSM) terealisasi sebesar Rp46,826 miliar untuk 46.826 siswa. Sementara itu, revitalisasi gedung sekolah tidak layak mencakup 215 SMA dengan anggaran Rp170,8 miliar, 175 SMK senilai Rp544,4 miliar, serta 67 SLB dengan anggaran Rp56,3 miliar.
Program Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) terealisasi Rp1,274 triliun untuk 1.312.512 siswa di 4.058 SMA, SMK, dan SLB se-Jawa Timur. Selain itu, BOSDA Madin mencapai Rp198,5 miliar bagi 111.785 siswa ula dan wusta di 38 kabupaten/kota.

Dindik Jatim juga menambah satu sekolah Taruna, yakni SMAN Taruna 2 Pamong Praja Bojonegoro. Dengan begitu saat ini, ada enam SMAN Taruna di Jawa Timur. Yakni SMAN Taruna Nala, SMAN 3 Taruna Angkasa, SMAN 5 Taruna Brawijaya, SMAN 2 Taruna Bhayangkara, SMAN 1 Taruna Madani dan SMAN 2 Taruna Pamong Praja.

“Ibu Gubernur dan Pak Wagub Emil tidak hanya fokus pada prestasi akademik dan non akademik siswa. Dengan adanya enam sekolah ketarunaan ini, bu Khofifah berkeinginan kedepan ada pemimpin bangsa yang dicetak dari Jawa Timur. Nasionalisme kita bentuk sejak SMA dengan menghadirkan SMA Negeri Taruna. Di sana karakter mereka ditempa untuk disiapkan menjadi calon pemimpin bangsa,”papar Kadindik lulusan IPDN ini.

Peningkatan sarpras pendidikan juga tak luput dari perhatian Gubernhr Khofifah. Di tahun 2025, Pemprov Jatim telah merehabilitasi ruang kelas dengan anggaran Rp54,4 miliar untuk 119 SMA, Rp27,3 miliar untuk 86 SMK, serta Rp13,4 miliar untuk SLB.

Di bidang prestasi, Jawa Timur mencatatkan juara umum LKSN nasional tiga kali berturut-turut, serta juara umum O2SN, FLS3N, dan OPSI. Selama enam tahun berturut-turut, Jatim juga menjadi provinsi dengan jumlah siswa terbanyak lolos perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP dan SNBT.

Program inovatif SIKAP yang diikuti 754 SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta turut mendukung ketahanan pangan sekaligus menanamkan jiwa kewirausahaan siswa melalui kegiatan pertanian dan peternakan.

Enam SMAN Taruna di Jawa Timur juga mencatatkan 249 siswa lolos PTN, 327 siswa lolos sekolah kedinasan, 79 siswa diterima di PTS, serta 8 siswa di perguruan tinggi luar negeri.

Pada peringatan Hari Guru Nasional, kata Aries, Gubernur Khofifah memberikan bantuan sosial bedah rumah bagi 20 guru dengan nilai Rp20–25 juta per orang sebagai bentuk ucapan terimakasih atas pengabdian para guru dalam memberikan ilmunya.

“Kesejahteraan para guru juga menjadi perhatian serius ibu Gubernur. Dan alhamdulillah apresiasi itu ditunjukkan ibu gubernur dengan memberikan bantuan sosial bedah rumah bagi puluhan guru,”ucap Aries.

Perhatian itu, juga dibuktikan dengan ditelurkannya Program Terapan Ekonomi Kreatif Guru (Proteg) yang telah berjalan selama dua tahun terakhir. Program ini mewadahi guru honorer dalam mengembangkan kewirausahaan mereka diberbagai bidang secara berkelanjutan. Usaha tersebut meliputi bidang kuliner, percetakan, permainan anak-anak, tata busana, jasa pendidikan, hingga sektor kreatif lainnya. Seluruh usaha yang dikembangkan juga telah dilengkapi legalitas, sehingga memiliki kepastian hukum dan peluang ekspansi ke depan.

Keberhasilan Proteg dikatakan Aries, merupakan upaya dalam mendorong kemandirian ekonomi guru honorer. Ia menilai program ini menjawab kebutuhan nyata guru honorer yang selama ini membutuhkan perhatian lebih dalam aspek kesejahteraan.

“Proteg bukan sekadar program, tetapi bukti nyata kepedulian. Kita melihat langsung guru-guru honorer yang kini mampu berdiri mandiri secara ekonomi, dengan usaha yang legal dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pendampingan kewirausahaan yang dilakukan secara intensif dari Dindik Jatim dan ITS sebagai kolaborator mampu meningkatkan kompetensi usaha sekaligus menjaga kualitas dan semangat mengajar para guru honorer

Sementara itu, pada ajang East Java Innovative Education Summit (EJIES) 2025 mencatat 24.626 pendaftar dari SMA, SMK, dan SLB se-Jatim, menghasilkan 19.720 karya inovasi pendidikan. Dari jumlah tersebut, 30 karya dinobatkan sebagai inovasi paling visioner dan aplikatif.

Berdasarkan data BSKDN, urusan pendidikan menjadi penyumbang inovasi terbanyak kedua secara nasional setelah sektor kesehatan, dengan 5.999 laporan inovasi atau sekitar 16% dari total inovasi daerah. Secara klaster, inovasi tersebut berasal dari 789 pemerintah provinsi, 3.410 pemerintah kabupaten, dan 1.710 pemerintah kota secara nasional.

Dari jumlah tersebut, Jawa Timur mencatatkan angka tertinggi secara nasional, dengan 1.723 inovasi pendidikan atau sekitar 29% dari total laporan inovasi pendidikan di Indonesia. Khusus inovasi pendidikan, terdapat 348 inovasi, terdiri dari 11 inovasi digital dan sisanya non-digital.

Penguatan kewirausahaan siswa juga dilakukan melalui program SMA Double Track yang diikuti 9.600 siswa di 144 lembaga. Aries menyebut rata-rata omzet unit usaha siswa mencapai Rp5–7 juta per bulan, dengan total akumulasi pendapatan hingga September 2025 mencapai Rp4,7 miliar.

“Capaian ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov Jatim dalam menghadirkan pendidikan yang merata, berkualitas, dan berdampak langsung bagi masyarakat,”tegasnya.[Pul]

Leave A Reply

Your email address will not be published.