iklan

Pemkab Bekasi Dinilai Lamban Tangani Korban Banjir Sungai Citarum

BEKASI, Harnasnews.com – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Mohammad Nuh mengkiritik lambatnya pemberian bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk rumah warga yang rusak akibat diterjang luapan Sungai Citarum.

Karena sudah hampir sebulan sejak tanggul Sungai Citarum jebol, masih ada warga Kecamatan Pebayuran yang terpaksa mengungsi lantaran rumahnya masih rusak.

“Untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir, jangan saling melempar tanggung jawab. Sebab kalau saling melempar, kasihan masyarakt yang jadi korban banjir,” kata Nuh, Rabu (17/3/2021).

Sebagai wakil ketua DPRD, Nuh meminta Pemerintah Kabupaten Bekasi bergerak cepat dalam upaya penanganan pasca banjir. Terutama korban banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Citarum di Kecamatan Pebayuran.

“Ini bencana. Jangan terlalu prosedural. Ambil langkah cepat. Apalagi kalau sudah menyangkut masalah nyawa dan kesehatan orang. Kasihan sudah mau satu bulan warga harus tinggal enggak jelas gitu kan. Pemkab Bekasi harus bisa mencari solusinya,” katanya.

Menurut Nuh, Pemerintah Bekasi bisa menggunakan anggaran dari Dinas Sosial. Karena kata dia, membantu masyarakat tidak ada istilah salah selama tidak disalahgunakan.

“Diberanikan saja, itu tidak akan melanggar. Saya pikir harus cepat, jangan lagi dilambat-lambatin. Tidak boleh main-main dengan nasib orang,” ucapnya.

Lanjut Nuh. Atau jika Pemerintah Kabupaten Bekasi takut dalam mengeluarkan keputusan, bisa berkoordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pusat.

“Seharusnya Bupati Bekasi cek ke lapangan. Seperti apa kondisi warga yang rumahnya rusak itu. Sudah mau satu bulan, bagaimana kehidupan mereka di sana, sudah apa belum melihat kesana, rasa rasanya barangkali belum,” katanya. (Sygy)

Leave A Reply

Your email address will not be published.