PPSDS Jatim Tuding Pemerintah Gagal Tangani Gejolak Harga Daging Sapi di Pasaran

SURABAYA, Harnasnews – Para pedagang daging yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) Jadebotabek, akhirya memutuskan untuk  mogok berjualan selama tiga hari ke depan, dari Kamis – Sabtu (22-24/01/2026).

Keputusan tersebut dilakukaan sebagai bentuk protes para pedagang daging terhadap pemerintah yang selama ini dituding gagal dalam menangani tata kelola daging sapi di Indonesia.

Selain itu, tingginya harga daging, sebagai bukti bahwa sapi siap potong di Indonesia mengalami kelangkaan. Jika pun tersedia stok, harganya di atas kewajaran.

Ketua Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar (PPSDS) Jawa Timur, Muthowif, mengungkapkan aksi mogok berjualan yang dilakukan oleh para pedagang mencerminkan bahwa  pemerintah gagal dalam prencanaan tata kelola daging yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Muthowif juga menyayangkan sikap pemerintah yang dinilai kurang merespon terhadap gejolak harga daging sapi di pasaran.

“Kami sangat menyayangkan dengan sikap acuhnya Kementan terhadap para pedagang daging yang memahami psikologi pasar hewan dan kemampuan daya beli masyarakat terhadap daging,” kata Muthowif kepada Harnasnews, Rabu (21/1/2026).

Dia mengungkapkan, ada satu hal yang sangat prinsip hingga saat ini belum  diselesaikan oleh pemerintah. Yakni menghitung satu ekor sapi menjadi berapa kilogram daging.

“Jika pemerintah dapat merinci tingkat kebutuhan daging sapi di masyarakat,  saya yakin kondisi stok bisa diurai dan  dengan baik. Sehingga tidak ada gejolak harga,” katanya.

Untuk itu, pihaknya mendorong agar Presiden Prabowo mengevaluasi program kementerian pertanian. “Sebab selama ini program kementerian pertanian belum mampu mengantisipasi kelangkaan stok sapi siap potong dalam menghadapi bulan puasa dan idul Fitri belum berhasil,” pungkasnya. (Me)

Leave A Reply

Your email address will not be published.