Riano Usulkan Pembentukan Lembaga Khusus Pengaduan Bansos di DKI

JAKARTA, Harnasnews.com – Jakarta kembali memeberlakukan PSBB total hingga dua pekan kedepan. Kekhatawiran akan adanya kesulitan ekonomi masyarakat, khususnya di kalangan menengah bawah pun disuarakan sejumlah kalangan.
Adanya bantuan sosial dari Pemda dan pemerintah pusat, dirasakan tidak menjadi solusi.

Karena, dari laporan masyarakat pada anggota DPRD DKI disaat reses lalu. Pembagian bantuan pada warga dinilai tidak tepat sasaran. Warga pun banyak yang mengeluh tidak mendapatkan bantuan sembako tersebut.

Seperti anggota DPRD DKI Jakarta, Riano P Achmad.  Pihaknya mendesak Pemprov DKI membentuk lembaga khusus yang menangani pengaduan masyarakat yang belum mendapatkan bantuan sosial.

“Saya kira perlu ada lembaga yang dikhususkan untuk menanggulangi permasalahan Bansos. Mengingat masih ada masyarakat yang belum sama sekali menikmati bantuan pemerintah itu. Dengan adanya lembaga itu, diharapkan pembagian Bansos bisa dilakukan secara merata,” kata Anggota DPRD DKI yang terpilih dari dapil Jakpus,Senin (14/9/2020).

Menurutnya, tidak bisa dipungkiri, fakta di lapangan masih ada keluhan masyarakat yang belum terdata untuk mendapatkan bantuan demi meringankan beban hidup akibat terdampak Pandemi.

Selain itu, dia menyarankan agar semua masyarakat tidak ada yang luput dari bantuan, sebaiknya Pemprov DKI Jakarta dalam hal penyaluran Bansos dilakukan beberapa opsi.

“Kalau dananya tidak mencukupi untuk semua masyarakat di satu fase pembagian sebaiknya diberikan secara bergiliran agar semuanya kebagian,”katanya.

Lebih jauh, mantan kader PPP ini pun berharap agar kedepan, Bansos diberikan berupa uang tunai. Hal itu disebabkan masyarakat memerlukan uang untuk mencukupi kebutuhan.

“Kalau bentuknya sembako, masyarakat sudah banyak. Karena ada bansos pemerintah pusat, Pemda dan pihak swasta. Jadi kedepan lebih baik diganti saja sembako dengan uang tunai. Selain untuk mencukupi kebutuhan, uang tunai juga bisa untuk menggerakkan roda perekonomian. Warga bisa berbelanja kebutuhannya di pasar-pasar, warung, toko kecil sehingga membuat roda perekonomian kembali berputar,” tuturnya.

Terkait jumlah bantuan uang tunai, Riano menyebutkan, untuk masyarakat terdampak covid 19, yakni Rp 600 ribu tiap bulan. “Untuk jumlahnya, seperti yang sudah tersalurkan idealnya sebesar Rp 500 ribu sampai Rp 600 ribu,” ucapnya. (sof)

Leave A Reply

Your email address will not be published.