iklan iklan

Virus Corona  di Cina Renggut 259 Nyawa dari11.000 Orang Terinfeksi

BEIJING,Harnasnews.com – Komisi Kesehatan Nasional China, pada Sabtu (1/2/2020), telah memperbarui data terkait wabah virus corona jenis baru, 2019-nCoV, di negara tersebut. Data komisi itu menyatakan jumlah korban tewas meningkat, dari jumlah kasus menjadi 7.711, dan pasien yang disembuhkan dan dipulangkan mencapai 170 orang.

Komisi itu, tak merinci detail soal ratusan pasien yang berhasil disembuhkan, termasuk ditangani dengan obat apa. Namun, negara ini dilaporkan menggunakan obat anti-HIV untuk mengobati para pasien 2019-nCoV.

Pemerintah China mengumumkan, jumlah korban meninggal akibat virus corona sudah mencapai 259 orang, dengan lebih dari 11.000 terinfeksi.

Dalam keterangan resminya, Komisi Kesehatan Nasional menyatakan bahwa terdapat 46 laporan kematian baru akibat terkena virus yang menyerang pernapasan itu.

Kecuali satu, sebagian besar korban meninggal datang dari Hubei, provinsi yang menjadi asal penyebaran virus corona di China.

Virus itu pertama kali terdeteksi di Pasar Seafood Huanan, berlokasi di ibu kota Hubei, Wuhan, tempat di mana hewan liar diperdagangkan.

Dilansir AFP Sabtu (1/2/2020), jumlah orang yang terinfeksi di Negeri “Panda” juga meningkat 2.102, membuat angka totalnya menembus 11.791.

Jumlah itu menjadi kejutan di tengah upaya Beijing untuk mencegah penularan, antara lain dengan menutup Wuhan dan kota di sekitar Hubei.

Wabah itu semakin menyebar di tengah jutaan warga China yang berlalu lalang bersiap merayakan Tahu Baru Imlek pada Sabtu pekan lalu (25/1/2020).

Pejabat tinggi Partai Komunis China kemudian menyatakan “penyesalannya”, dan meyakini otoritas lokal bertindak terlalu lamban dalam menangkal virus corona itu.

Adapun di luar China, virus tersebut sudah menjangkiti 21 negara dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO) resmi mendeklarasikan status darurat.

Dalam konferensi pers, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan dia sangat menyoroti peluang virus itu menyasar negara dengan sistem kesehatan lemah.

“Alasan utama status darurat dunia ini diumumkan bukan karena apa yang terjadi di China. Namun, apa yang tengah berlangsung di dunia,” ujar Tedros sebagaimana kompas melaporkan.

Dia menerangkan bahwa virus China itu adalah “wabah tak terduga” yang harus ditangani juga secara “tak terduga” untuk membendungnya. (Yan/Grd)

Leave A Reply

Your email address will not be published.