Harian Nasional News Group

Golkar Kota Bekasi Barometer Kekuatan Politik di Jabar

BEKASI, Harnasnews.com – Rencana pemilihan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Bekasi dalam bebrapa pekan belakangan ini terus menjadi sorotan media.

Tiga kandidat dikabarkan bakal berlaga untuk memperkuat diri mencari dukungan patron masing-masing, sehingga membuat suhu politik semakin seru. Karena peta politik Kota Bekasi menjadi episentrum politik regional Jawa Barat.

Bahkan, sejumlah pihak menilai suksesi pemilihan Ketua DPD Golkar Kota Bekasi itu menyedot perhatian bagi partai politik lain, sebab akan menjadi barometer pertarungan menghadapi Pemilu 2024 mendatang.

“Oleh sebab itu, konstelasi politik menjelang musda Golkar diprediksi akan semakin memanas baik percaturan diinternal maupun eksternal,” ungkap pengamat politik Dr. Puji Wahono yang dihubungi wartawan, Selasa (15/9/2020).

Puji mengatakan, berdasarkan informasi yang berkembang, kandidat terkuat yang sedang digadang-gadang yaitu Ade Puspita Sari, yakni anggota DPRD Propinsi Jawa Barat dari Fraksi Golkar sudah dimunculkan sebagai Plt. Ketua DPD Golkar Kota Bekasi.

“Artinya sebagai kandidat disekolahkan dulu supaya matang menjadi pemimpin. Langkah yang tepat dalam pola kaderisasi ala Golkar sebagai partai yang sudah makan asam garam politik nasional,” ujarnya.

Seperti diketahui, tiga kandidat yang akan berlaga dalam musda Golkar Kota Bekasi yaitu TB Hendra dan Novel Saleh Hilabi dan Ade Puspita Sari sebagai kandidiat terkuat tidak terhindar dari isu tidak sedap menerpa dirinya. Misalnya isu politik dinasti karena tidak lain Ade anak dari mantan Ketua DPD Golkar Kota Bekasi Dr. Rahmat Effendi yang saat ini masih menjabat sebagai Wali Kota Bekasi.

“Akan tetapi beberapa waktu yang lalu isu dinasti politik ditanggapi oleh Pakar Ilmu Politik yang menyatakan sebenarnya secara konseptual isu dinasti politik kurang beralasan. Sebab setiap warga negara punya hak politik untuk dipilih atau diangkat sebagai pejabat publik atau pejabat di partai politik asal memiliki kompetensi dan melalui mekanisme politik yang sah,” jelas dosen pascasarjana Universitas Negeri Jember itu.

Puji berpandangan, jka memperhatikan sosok Ade Puspita Sari termasuk generasi milleneal yang sedang berjuang manapak pada jenjang karier politik. Publik dapat menilai sah-sah saja terpaan itu muncul di samping mungkin sebagian memberikan apresiasi yang positif.

“Sebagai Anggota DPRD provinsi bukanlah perkejaan yang mudah, artinya kompetensi dan prestasi dibidang poltik telah dibuktikan oleh yang bersangkutan,” tandasnya.

Di sisi lain, kata Puji, pertarungan internal elite politik Golkar menghadapi musda di Kota Bekasi, perlu dicermati.

“Seperti diketahui para elite poltik partai politik besar seperti PDIP, PKS, Gokkar dan Gerindra dipastikan akan mencermati perkembangan suksesi kepemimpinan di partai poltik di wilayah Jawa Barat. Sebagai wilayah lumbung suara terbesar sudah barang tentu ikut mencermati perebutan kepemimpinan partai politik di Bekasi,” kata dia.

Meski demikian, menurut Puji, Partai Golkar mempunyai perhitungan sendiri baik dalam menyikapi musda Golkar Kota Bekasi maupun secara eksternal. Aspek budaya akan menjadi perhatian yang tidak dapat dikesampingkan.

“Kota Bekasi sebagai kota urban kondisi sosial-kultural dominasi kultur Betawi dan Sunda masih kuat. Untuk itu para elite Golkar sudah barang tentu memiliki kalkulasi dan mempertimbangkan aspek tersebut. Demikian pula kemungkinan juga psikopolitik masyarakat Kota Bekasi. Disamping itu masyarakat Bekasi masih kuat feodalismenya sehingga pengaruh patron dipastikan mengendalikan percaturan poltik menjelang musda Golkar,” bebernya.

Dalam situasi memanas jelang musda itu, kata Puji, munculnya kandiadat terkuat seperti Ade Puspita Sari tidak terlepas dari pertimbangan internal dan eksternal Partai Golkar yang semakin diperhitungkan ke depan.

“Tentunya target poliitik menjelang tahun 2024 elite Golkar dipastikan tidak akan melepas kursi ketua DPD Gokar ke orang yang belum teruji secara politik apalagi belum memiliki basis dan akar rumput di Kota Bekasi,” kata Puji.

Leave A Reply

Your email address will not be published.