Pemkot Bekasi Tidak Akan Adopsi Kebijakan DKI Dalam Tangani Covid-19

BEKASI, (Harnasnews.com) – Jumlah pasien positif covid-19 semakin mengalami peningkatan dari hari ke hari. DKI Jakarta kembali lakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat. Kota Bekasi sebagai kota penyangganya tidak menerapkan hal serupa, namun mengambil langkah sendiri dalam penanganan wabah global tersebut.

“Yang berkenaan dengan DKI kita kami akan merumuskan kebijakan selanjutnya penanganan covid melihat perkembangan di DKI, tentunya tidak sama, setiap daerah mempunyai punya penanganan masing-masing karena setiap daerah mempunyai infrastruktur dan alat yang berbeda-beda artinya kelengkapan tim medisnya, infrastruktur rumah sakitnya maupun sarana lainnya dan tidak kalah pentingnya adalah kekompakan forkopimda,” tambah Walikota Bekasi Rahmat Effendi usai mengikuti penyerahan masker kepada masyarakat di Mapolres Metro Bekasi Kota pada Kamis (10/09).

Dikatakan walikota Bekasi, setidaknya ada kasus 196 cluster keluarga yang terdiri dari 512 jiwa yang ada di Kota Bekasi. Peningkatan jumlah kasus di Kota Bekasi membuat Pemkot telah menyiapkan stadion Patriot Candrabhaga untuk menampung pasien Covid-19 jika terus bertambah.

“Peningkatan kasus terutama kasus cluster keluarga, penangananya kita memperbanyak Rapid Test dan tes PCR dan mempersiapkan jika kondisi darurat kita menggunakan yang bukan April dulu kita persiapkan di stadion ada 57 kapasitas dengan kelengkapan ekafilter satu dan lain hal,” kata walikota.

Terkait dengan pelanggaran protokol kesehatan, pemerintah Kota Bekasi belum akan menerapkan sanksi tegas terhadap pelanggar. Sanksi ringan berupa teguran dan hukuman ringan akan dilakukan kepada warga masyarakat yang melanggar protokol kesehatan salah satunya tidak memakai masker di tempat umum.

“Kita tetap berjalan, sekarang ini karantina wilayah kita sudah lakukan dan RW siaga , kita denda belum, masih persuasif dan masih humble,” pungkasnya. (Mam)

Leave A Reply

Your email address will not be published.