Baru Dua Tahun Jadi Anggota Partai, Ketum AMPG Dilaporkan Ke Dewan Etik DPP Golkar

JAKARTA, Harnasnews – Dinamika di tubuh Partai Golkar kembali menyeruak. Kali ini Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) diterpa isu perpecahan setalah Ketua Umum AMPG Said Aldi Al Idrus melakukan pencopotan secara sepihak terhadap Ikhsan Nurjamil selaku sekretaris jenderal.

Anehnya, pencoptan Ikhsan Nurjamil dari Sekjen DPP AMPG tidak melalui Rapat Pleno DPP AMPG, namun yang terjadi Ketum AMPG Said Aldi Al Idrus menggunakan gaya otoriternya dengan sesuka hati menempatkan Ubaidillah alias Babay sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen.

Tak pelak, langkah Ketum AMPG itu pun memunculkan gelombang protes dari mayoritas kader AMPG di seluruh Indonesia. Akibatnya Said Aldi Al Idrus kini dilaporkan ke Dewan Etik Partai Golkar.

Sekretaris Bidang PP AMPG Adi Yunsyah menilai kebijakan Ketum AMPG Said Aldi Al Idrus yang mecopot Sekjen AMPG tanpa melalui mekanisme organisasi itu mengindikasikan bahwa yang bersangkutan tidak berkompeten dalam memimpin sebuah organisasi sebesar AMPG.

Jika berbicara Golkar tentu rujukannya aturan, baik itu peraturan organisasi (PO) maupun AD/ART. Sepengetahuan dirinya, bahwa Ketum AMPG Said Aldi Al Idrus selama ini hanya melakukan kegiatan yang sifatnya cerremonial saja, bahkan tidak pernah melakukan gebrakan yang konkret guna mendongkrak persepsi positif Partai Golkar.

“Ya mungkin wajar karena yang bersangkutan masuk jadi anggota Partai Golkar baru dua tahun. ya wajar dia minim pengalaman berorganisasi, sehingga menganggap bahwa AMPG seperti periusahaan pribadi,” ujar pria yang akrab disapa Monel ini kepada sejumlah awak media di komplek Senayan, Jumat (8/5/2026).

Monel menilai manuver yang dilakukan Said sangat tidak mendasar. Seperti saat Ketum AMPG itu memberikan ucapan melalui karangan bunga namun nama Sekjen dalam tulisan karangan bunga tersebut berubah.

“Konyolnya saat mencantumkan nama Plt.Sekjen di dalam karangan bungan itu tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu, baik melalui struktur organisasi maupun secara pribadi, kepada Sekjen yang sah dalam hal ini Ikhsan Nurjamil,” tegas Monel.

Untuk itu, Monel mendesak agar DPP Partai Goolkar segera mengambil langkah tegas atas kegaduhan yang dilakukan oleh Ketum AMPG. Saat ini, kata Monel, mayoritas kader menginginkan agar Said diberikan sanksi etik atas tindakannya yang dinilai sangat menceiderai organisasi sayap partai.

“Kami menilai bahwa Ketum AMPG di bawah kepemimpinan Said Aldi Al Idrus merupakan terburuk dalam sejarah berdirinya organisasi sayap partai Golkar tersebut,” tegas Monel.

Leave A Reply

Your email address will not be published.