BN Holik Wujudkan Aspirasi Warga, Normalisasi Kali Sadang dan Situ Burangkeng Dapat Terealisasi

BEKASI, Harnasnews – Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, BN Holik Qodratullah, melakukan tinjauan terhadap pelaksanaan normalisasi Kali Sadang dan Situ Burangkeng di Desa Ciledug, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, pada Sabtu (9/9/2023)

BN Holik datang ke lokasi peninjauan dengan didampingi oleh warga Desa Ciledug. Titik pertama yang dikunjungi adalah normalisasi Situ Burangkeng, yang kemudian dilanjutkan dengan normalisasi Kali Sadang di Perumahan Griya Setu Permai.

“Melalui normalisasi ini, kami ingin menunjukkan kepedulian kami terhadap masalah dan aspirasi warga sebelumnya,” ujar BN Holik kepada awak media.

Dua titik normalisasi ini diyakini dapat mengurangi terjadinya banjir yang sering melanda Perumahan Griya Setu Permai (GSP), Mustika Gandaria, Griya Bekasi Permai, dan Villa Mas.

“Normalisasi Kali dan Situ ini merupakan satu kesatuan. Selain melakukan pengerukan untuk menampung lebih banyak air, normalisasi ini juga akan mempercepat aliran air saat proses normalisasi telah selesai,” tambahnya.

Normalisasi Situ Burangkeng dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) dengan anggaran sebesar Rp750 juta, sementara normalisasi Kali Sadang menggunakan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Bekasi sebesar Rp1,5 miliar.

“Salah satu prioritas utama saya di daerah Setu adalah mengatasi banjir di sini, yang terjadi setiap tahunnya. Saya telah mendorong dinas terkait agar harapan warga dapat terwujud. Alhamdulillah, saya mendengar adanya kegiatan dan merasa bangga serta bahagia karena saya sudah janji dan hari ini terbukti,” ungkapnya.

Sebagai informasi, perumahan di Desa Ciledug kerap dilanda banjir imbas luapan Kali Sadang. Selain normalisasi, belum menyeluruhnya Tanggul Penahan Tanah (TPT) disekitar Kali Sadang juga menjadi penyebab banjir.

Hal ini menjadi perhatian BN Holik, yang menyatakan bahwa ia akan mendorong pembangunan TPT di sekitar Kali Sadang secara bertahap. “Kami akan menangani langkah demi langkah. Anggaran di Kabupaten Bekasi memang banyak digunakan untuk kegiatan lainnya. Namun, kami selalu mendengar dan memperhatikan hal ini,” jelasnya.

Setelah meninjau dua titik normalisasi, BN Holik langsung mengadakan pertemuan dengan puluhan warga Griya Setu Permai (GSP). Warga mengaku senang dan mengapresiasi BN Holik atas perjuangannya dalam mendorong terwujudnya normalisasi Kali Sadang dan Situ Burangkeng.

“Kami telah berjuang selama lebih dari empat tahun dan merasakan dampak banjir yang sangat parah. Setelah normalisasi ini dilakukan, kami merasa bangga dan bersyukur. Dengan demikian, banjir dapat diminimalisir di masa depan,” ujar salah satu warga GSP 2, Awaludin.

Dia menambahkan, normalisasi ini sangat menolong meskipun penganggaran untuk pembangunan turap dan gorong-gorongnya masih berkelanjutan. “Setidaknya ini bisa mengamankan hati warga, khususnya yang dilintasi Kali Sadang,” ujarnya. (Supri)

Leave A Reply

Your email address will not be published.