Cerita Duka Korban SPBE Cimuning, Sisa Uang THR Anak Hingga Rumah Ludes Terbakar

KOTA BEKASI, Harnasnews.com – Korban terdampak ledakan dan kebakaran hebat Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Mustikajaya yang dikelola PT. Indogas Andalan Kita hingga saat ini mencapai 47 Kepala Keluarga.

Camat Mustika Jaya, Maka Nachrowi menuturkan bahwa data tersebut masih bersifat sementara. Jadi dimungkinkan jumlahnya akan bertambah.

“Setelah dilakukan pendataan, dari kemarin hingga saat ini, itu yang terdampak sebanyak 47 KK, sementara ya. Jadi kita masih terus melakukan pendataan,” ujar Nachrowi, Sabtu (04/04/26).

Sementara itu, untuk jumlah kerusakan bangunan baik kontrakan atau kios maupun rumah tinggal, terdata sebanyak 22 bangunan mengalami kerusakan ringan dan berat.

Berdasarkan data terbaru, korban warga yang mengalami luka pada musibah tersebut kini mencapai 22 orang termasuk yang saat ini sedang menjalani rawat jalan.

“Tapi kami belum cek lagi apakah mereka masih dirawat (atau tidak). Tadi saya cek di RSUD Kota Bekasi, ada tiga orang yang masih dirawat. Kalo untuk rumah sakit yang lain mungkin di Primaya, masih ada yang dirawat. Tapi kayaknya yang lain sudah berobat jalan,” ungkap dia.

Camat juga memastikan, untuk korban yang mengalami kerugian materil maupun telah kehilangan surat berharga seperti Kartu Keluarga, ATM, dan data kependudukan lain akan dilayani door to door.

“Tindakan kami sudah melaporkan ke pimpinan, dan pimpinan insyaallah besok, dukcapil akan turun, melakukan pelayanan jemput bola, di posko. Kalo engga minggu mungkin senin. Untuk data kependudukan,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu korban Nurdianto (30) telah kehilangan berbagai surat berharga seperti akta kelahiran anak, surat nikah, ATM, KK, serta benda berharga lainnya. Bahkan, uang THR sisa lebaran anaknya ikut ludes di lahap si jago merah dan ia hanya membawa baju yang melekat di badan.

“Jadi kita nggak sempet ngambil atau menyelamatkan kayak dokumen atau benda berharga lain, yang penting kita menyelamatkan keluarga dulu,” ungkap Nurdianto di lokasi bangunan rumahnya yang terbakar.

Lebih lanjut Nurdianto juga mengungkap bahwa sebelum kejadian ledakan, sekitar pukul 18:30 wib telah terjadi kebocoran gas, aroma yang menyengat dan kabut putih di jalanan dekat rumahnya sudah memenuhi jalanan.

“Sebenarnya kebocoran udah terjadi, tapi dari pihak sini (SPBE) tidak memberitahukan warga atau memberi peringatan,” katanya.

Di saat kondisi tersebut, ia juga sayup mendengar keributan atau perdebatan di dalam area SPBE. Rumahnya yang menempel langsung dengan tembok SPBE , membuat dirinya juga mendengar dengan jelas perdebatan yang diduga Anatar pegawai saat terjadi kebocoran.

“Nggak lama kita evakuasi seberang ngajak lama kenalan bocor itu langsung meledak, api udah penuh di jalanan, kita menyelamatkan diri masing-masing,” ungkap dia.

Ia berharap, pihak SPBE Cimuning kerugian yang ia derita akibat ledakan tersebut dapat segera diselesaikan untuk kembali melanjutkan hidup bersama keluarganya. (Mam)

Leave A Reply

Your email address will not be published.