
KEDIRI KOTA, Harnasnews – Di usia senja, sebagian tukang becak di Kota Kediri masih harus mengandalkan tenaga untuk mengayuh roda kehidupan. Pemandangan itulah yang akhirnya menggerakkan langkah Ketua DPC Partai Gerindra Kota Kediri, Katino.
Rabu (25/2), sebanyak 200 becak listrik resmi diserahkan kepada para pengemudi lanjut usia melalui program Becak on The Road. Namun di balik seremoni tersebut, ada proses panjang yang dimulai dari aspirasi sederhana di pinggir jalan.
Katino mengaku kerap berdialog langsung dengan para tukang becak lansia. Dari obrolan santai itulah muncul gagasan untuk menghadirkan solusi yang lebih manusiawi.
“Mereka tidak mengeluh, tapi kita bisa melihat betapa beratnya perjuangan itu. Di usia 70 bahkan 80 tahun, masih harus mengayuh. Dari situ saya merasa ini harus diperjuangkan,” ujar Katino.
Usulan tersebut kemudian ia kawal hingga ke tingkat pusat. Respons datang dari Presiden Prabowo Subianto yang melalui Yayasan GSN merealisasikan bantuan 200 becak listrik dengan pendanaan dari dana pribadi.
Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan GSN, Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian langsung Presiden terhadap masyarakat kecil yang tetap produktif di usia lanjut.
Bagi Katino, keberhasilan ini bukan sekadar bantuan fisik, melainkan bukti bahwa aspirasi daerah bisa didengar jika diperjuangkan dengan serius.
“Ini bukan soal politik. Ini soal kemanusiaan dan keberpihakan. Kalau kita diberi amanah memimpin partai di daerah, maka tugas kita memastikan suara masyarakat sampai dan mendapat solusi,” tegasnya.
Proses pendataan dilakukan secara selektif. Penerima diprioritaskan bagi tukang becak aktif dari kelompok ekonomi bawah dan mayoritas berusia di atas 55 tahun. Sebelum menerima unit, mereka juga mendapatkan pelatihan penggunaan serta perawatan, lengkap dengan garansi satu tahun.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menyebut bantuan tersebut selaras dengan visi kota ramah lingkungan dan penguatan sektor pariwisata. Pemerintah Kota pun menyiapkan kolaborasi dengan PLN untuk titik pengisian daya.
Pujo (76), salah satu penerima, mengaku tak lagi harus memaksakan tenaga seperti dulu. “Sekarang lebih ringan. Terima kasih sudah diperhatikan,” ucapnya lirih.
Program ini sekaligus mempertegas posisi Katino sebagai figur politik yang memilih bekerja lewat langkah konkret. Dari dialog di pangkalan becak hingga terealisasinya bantuan ratusan unit kendaraan listrik, ia menunjukkan bahwa kepemimpinan tak selalu lahir dari panggung besar, tetapi dari keberanian memperjuangkan kebutuhan paling dasar masyarakat.
Dengan 200 becak listrik kini beroperasi, Kota Kediri tidak hanya bergerak menuju transportasi ramah lingkungan, tetapi juga menghadirkan cerita tentang bagaimana satu gagasan yang diperjuangkan dengan konsisten dapat mengubah kehidupan banyak orang.(Giga)
