Demi Terciptanya Stabilitas Ekonomi, PMPRI Dukung TNI-Polri Kawal Pemilu Damai

 

Ketua Umum Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia (PMPRI) Rohimat, (Foto: Edar Patikawa, Harnasnews.com)

JAKARTA, Harnasnews.com – Memasuki tahon politik jelang kontestasi Pemilu serentak, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia (PMPRI)
mendukung upaya TNI-Polri dalam menciptakan pemilu damai dan kondushif.

Hal itu dikatakan Ketua Umum LMPRI Rohimat menyusul meningkatnya dinamika politik dalam negeri jelang Pilleg dang Pilpres yang akan digelar 17 April 2019 nanti. Menurutnya, memanasnya dinamika politik nasional dapat berdampak pada perekonomian masyarakat.

Kendati demikian, Rohimat juga mengajak stakeholder untuk berpartisipasi dalam mengamankan pemilu damai. Baik itu pada level nasional maupun di tingkat daerah. Diantaranya di Jawa Barat yang merupakan jumlah penduduknya terbanyak.

“Karena Jawa Barat merupakan barometer nasional. Dan merupakan wilayah yang jumlah yang jumlah penduduknya paling banyak. Saya memang mengimbau kepada temen-temen PMPRI agar bersinergi dengan TNI dan Polri dalam keikutsertanya mengawal pemilu damai dan kondusif,” ujar Rohimat saat menggelar acara “Dialog Dukungan PMPRI Terhadap TNI Polri Dalam Mengawal Pemilu Damai Demi Terciptanya Stabilitas Ekonomi” yang digelar di Bandung, Rabu (20/2).

Dikatakan Rohimat, instabilitas politik sangat berdampak pada perekonomian nasional. Terlebih, saat ini pemerintah tengah gencar dalam meningkatkan perekonomian rakyat, diantaranya pengucuran program Kredit Usaha Rakyat (KUR), tentunya, kata dia, perlu adanya kepastian politik. Sehingga para pelaku usaha tidak cemas.

Pada kesempatan itu, pihaknya juga mengapresiasi langkah pemerintah dalam meningkatkan anggaran KUR. Sebab, dengan peningkatan kredit yang dialokasikan kepada pengusaha mikro, diharapkan berdampak pada pertumbuhan perekonomian nasional.

Rohimat berpandangan, peningkatan anggaran KUR di tahun 2019 menjadi Rp140 triliun dari yang sebelumnya hanya Rp123 triliun merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam menghidupkan ekonomi mikro. Meski terjadi peningkatan, namun pemerintah masih memberlakukan suku bunga tetap hanya 7% pertahun.

Leave A Reply

Your email address will not be published.