Demokrat Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Rencana Lockdown Akhir Pekan

JAKARTA, Harnasnews.com – Penerapan lockdown akhir pekan yang akan diberlakukan di DKI, guna menekan angka penularan covid 19 diminta untuk dikaji ulang. Sebab, dampak dari penerapan lockdown sangat besar. Khususnya terhadap pelaku usaha kecil menengah yang berada di Jakarta.

“Pemprov perlu mengkaji ulang terhadap rencana lockdown akhir pekan. Karena dengan adanya lockdown, akan banyak merugikan bagi para UKM yang saat ini sedang mencoba untuk merangkak naik dari kondisi yang sebelumnya sangat mengkhawatirkan karena dampak pandemi covid 19 yang sudah berjalan sejak Februari 2020 lalu,” ujar Ketua Fraksi Demokrat di DPRD DKI, Desie Christhyana Sari kepada Harnasnews.com, kemarin.

Situasi pandemi covid 19 yang sudah berjalan setahun terakhir, kata Ketua DPC Demokrat Jakpus itu memiliki dampak luar biasa terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

Karenanya, di tengah tidak adanya kepastian pandemi covid 19 kapan akan berakhir. Kondisi masyarakat, saat ini khususnya lapisan masyarakat ekonomi menengah bawah, lebih mengkhawatirkan ekonomi negeri ini mengalami keterpurukan.

“Rasa kekhawatiran akan kondisi ekonomi masyarakat, saya dapatkan langsung dari warga saat turun menemui mereka. Kondisi saat ini, bagi mereka lebih menakutkan jika harus tidak makan sehari dibandingkan dengan resiko penularan covid 19. Jadi, saya kira pemprov harus memberikan solusi yang tidak merugikan masyarakat, khususnya mereka yang berada pada tarap ekonomi menengah kebawah,” papar politisi partai berlambang Bintang Mercy

berwajah oriental tersebut.
Untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan di masyarakat. Disarankan anggota Komisi B DPRD DKI itu, pemprov tetap menerapkan PSBB dibandingkan lockdown akhir pekan.

“Harus difahami virus itu tidak mengenal hari libur. Dan masa inkubasi pasien konfirmasi positif covid 19 berada pada kisaran waktu satu pekan. Sementara masa inkubasi bisa terjadi di hari ke 28,” tutupnya.(SOF)

Leave A Reply

Your email address will not be published.