iklan

DPC Demokrat Pulau Seribu Pastikan Solid Dukung Kepemimpinan AHY

AHY : Tiga Minggu Diam, Moedoko Bohong Lagi 

JAKARTA, Harnasnews.com- Pernyataan Ketum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono yang menyindir kebohongan Moedoko membuat kader partai berlambang Bintang Mercy itu menunjukan loyalitasnya.

Adalah Ketua DPC Kepulauan Seribu, Neneng Hasanah mengungkapkan tetap setia dan solid mendukung kepemimpinan AHY. Menurutnya, hasil KLB abal-abal yang digelar beberapa waktu lalu tidak akan menggoyahkan loyalitas DPC PD Pulau Seribu pada kepemimpinan AHY.

“DPC Pulau Seribu akan tetap mendukung penuh kepemimpinan AHY. Kita berkomitmen tidak akan pernah berkhianat,” ujar anggota DPRD DKI itu kepada wartawan, Selasa (30/3).

Dia menambahkan, cap jempol darah dan pernyataan janji setia yang pernah dilakukan 10 anggota DPRD DKI bersama jajaran pengurus DPD PD DKI merupakan keinginan dan suara hati kader yang tidak bisa dibantahkan. “Buat kami, tidak ada kata pengkhianatan terhadap ketum, AHY. Karena hasil kongres 2020 merupakan yang sah dan tidak bisa diganggu gugat,” tegas anggota Komisi D DPRD DKI itu.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono menyatakan pernyataan Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko dianggap bohong.

AHY sempat menunggu pernyataan Moeldoko setelah 3 minggu, namun pernyataan Moeldoko kurang berbobot dan pernyataanya juga lagi-lagi berbohong.

Hal ini disampaikan AHY dalam konferensi pers di Gedung DPP Demokrat, Senin (29/3)

“Kita pikir, setelah lebih dari tiga minggu tidak bersuara, KSP Moeldoko akan mengeluarkan argumen yang benar, ternyata cuma pernyataan bohong lagi, dan bohong lagi,” ujar AHY

AHY juga menuding pernyataan Moeldoko juga menghasut dengan pernyataannya soal pertentangan ideologi.

AHY juga ungkapkan bahwa dirinya tidak kaget dengan polah Moeldoko, yang sejak awal telah melontarkan kebohongan terlibat gerakan kudeta Partai Demokrat.

“Kini para kader Demokrat dan masyarakat luas mempertanyakan, mohon maaf, kapasitas KSP Moeldoko. Bagaimana mungkin pejabat petinggi negara mengambil keputusan secara serampangan, gegabah emosional dan jauh dari akal sehat,” kata AHY

Meski begitu, AHY juga mengatakan pintu maaf masih terbuka untuk Moeldoko, meski para Kader dan Simpatisan marah dan kecewa.

“Sebagaimana yang saya sampaikan pada konferensi pers lalu, pintu maaf selalu ada untuk KSP Moeldoko, meskipun para kader dan simpatisan Partai Demokrat sangat marah dan kecewa dengan ulah KSP Moeldoko yang telah membegal Demokrat dan merusak demokrasi,” kata AHY.(SOF)

Leave A Reply

Your email address will not be published.