GMBI Bogor Soroti Kasus Pencurian Rel Kereta Di Proyek Jokowi

 

Aksi demo masa LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) beberapa waktu lalu. Foto : Dok

KABUPATEN BOGOR, HARNASNEWS.COM – Kasus pencurian rel kereta api ganda atau double track di Sta 20+600 antara stasiun Cigombong dan stasiun Cicurug oleh lima orang pelaku yakni AS,K,S,MR dan RI oknum kades di Kecamatan Cigombong yang diduga merupakan otak dari aksi tersebut yang tengah ditangani jajaran Kepolisian Resort Bogor, mendapat sorotan LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Kabupaten Bogor.

” Aksi pencurian rel kereta di proyek double track KA jurusan Bogor – Sukabumi harus ditangani dengan serius oleh aparat penegak hukum dan GMBI akan mengawal sampai pengadilan menjatuhkan hukuman kepada para pelakunya,” ujar Wakil Ketua GMBI Distrik Kabupaten Bogor, Rukmana, kepada wartawan Selasa (30/03/2021).

Menurutnya, aksi pencurian rel kereta pada proyek yang digagas Presiden Jokowi sebagai upaya peningkatan alat tranportasi yang bertujuan meningkatkan perekonomian rakyat merupakan perbuatan melawan hukum yang tidak bisa ditolelir, terlebih aksi itu diotaki seorang oknum kades yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjalankan program pemerintah.

” Penegakan supremasi hukum dalam kasus tersebut harus benar-benar dijalankan, agar tidak lagi terjadi hal serupa dikemudian hari,” imbuhnya.

Ia pun meminta penyidik dari Satreskrim Polres Bogor, agar segera melengkapi berkas penyidikan yang saat ini masuk tahap P19 agar menjadi tahap P21 agar berkas perkara bisa dilimpahkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibinong guna proses persidangan di pengadilan, karena kasus tersbut sudah menjadi konsumsi publik.

” Penanganan kasus itu harus menjadi skala prioritas karena mendapat sorotan masyarakat, apalagi pihak Kejari Cibinong dalam pernyataannya di sejumlah media mengaku belum menerima berkas perkara alias masih menungu pelimpahan dari penyidik Polres Bogor,” pintanya.

Sebelumnya, Kasatreskrim Polres Bogor AKP Handreas Adrian, mengungkapkan kasus
tersebut diawali saat kelima tersangka melakukan pertemuan dan membicarakan rencana pencurian rel Kereta Api Km 20 + 600 antara Stasiun Cigombong dan Stasiun Cicurug di Kampung Cigombong Kabupaten Bogor pada Selasa (19/1/2021) lalu menjalankan aksinya pada hari Kamis tengah malam pada Kamis (21/03/2021).

” Kasus ini dalam tahap penyidikan, para pelaku dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman enam tahun penjara,” jelas Adrian kepada wartawan.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Cibinong, mengaku belum menerima berkas perkara kasus pencurian rel kereta api yang menyerat oknum kades di Kecamatan Cigombong berisial RI, meski demikian Munaji akan melakukan pengecekan berkas ke bagian Pidana Umum (Pidum) yang akan menangani perkara tersebut.

” Ya belum kami terima berkasnya. Kalau masih P19 artinya memang masih ada kekurangan berkas, harus dilengkapi dulu. Tapi kalau sudah P21 nanti langsung dikirimkan ke pengadilan negeri,” kata Kajari pada Jumat (26/3/2021). (RFS)

Leave A Reply

Your email address will not be published.