Kabupaten Bone Siap Menjadi Lumbung Protein

PERTANIAN

 

Bone, Harnasnews.com – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo pada setiap kesempatan menegaskan sistem pertanian yang maju, mandiri dan modern bersumber pada SDM pertaniannya. Untuk itu sangat diperlukan penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia Pertanian diantaranya melalui Pelatihan.

“Pertanian yang maju, mandiri dan modern berarti kita bicara Sumber Daya Manusia (SDM), maka perlu ada penguatan kapasitas Sumberdaya  Manusia pertanian kita,” ujar Mentan SYL.

Sejalan dengan itu Kepala Badan PPSDMP dalam rangka mengoptimalkan sumber daya lokal (sapi-sapi lokal), terutama untuk mewujudkan pencapaian swasembada daging sapi di dalam negeri, pemerintah terus berupaya melakukan terobosan terobosan yang dilakukan salah satunya peningkatan SDM dengan menyelenggarakan pelatihan-pelatihan yang menunjang program tersebut.

Pembukaan Pelatihan Tematik bagi Non Aparatur Peternakan dengan tema Mengenal Penyakit Pada Sapi Potong dan Pencegahanya, yang di selenggarakan di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab.Bone pada tanggal 13 sd 15 September 2021.

Dalam acara dihadiri oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Aris Handono, Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu  Wasis Sarjono S.Pt M.Si, Kepala UPT IB Dinas  Peternakan dan Kesehatan Hewan Ardawati S.Pt M.Si, Sub Koordinator Penyelenggaraan pelatihan BBPP Batu Catur Puryanto SST, Widyaiswara drh. Ayu Prasdini. M.Si, drh Reni Indarwati M.Si dan 30 peserta pelatihan yang berasal dari Peternak Kabupaten Bone.

Pada sambutannya Kepala Balai BBPP Batu menyampaikan bahwa, BBPP Batu salah satu UPT di Kementerian yang mempunyai tugas dan fungsi menyelenggarakan pelatihan baik aparatur dan non aparatur.

“Kami akan terus mendukung program pemerintah khususnya yang di canangkan oleh kementrian pertanian, salah satunya program Swasembada protein. Tentunya program ini tidak bisa dikselesaikan hanya oleh BBPP Batu sendiri, tentu ini membutuhkan dukungan oleh semua pihak, baik dinas terkait, stakholder maupun dari peternak itu sendiri,” ungkap Kepala Balai BBPP Batu.

Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bone, drh Aris Handono mengatakan, “Bone mempunyai sumber daya alam yang memungkinkan sebagai daerah penghasil sumber protein (sapi potong, Red), di Bone hijauan pakan ternak berlimpah, sepanjang tahun ada rumput, topografi dan iklim yang mendukung, namun peternak di Bone pengenalan dan pencegahan penyakit masih belum menguasai sepenuhnya,” imbuhnya.

Dalam laporanya saat pembukaan Catur menyampaikan materi yang disampaikan antara lain memahami urgensi biosekurti peternakan sapi potong, mengenali tanda sapi sehat dan sakit, mengenali penyakit pada sapi potong dan pencegahannya.

Sedangkan tujuan pelatihan ini adalah peserta mampu memahami urgensi biosekuriti dalam peternakan Sapi potong, peserta kompeten dalam membedakan antara sapi sehat dan sakit, peserta kompeten dalam mengenali penyakit-penyakit yang sering menyerang pada sapi potong serta mampu melakukan pencegahannya, juga bertujuan untuk meningkatkan kompetensi peternak dalam mengenal penyakit dan pencegahanya.(JK)

Leave A Reply

Your email address will not be published.