Kasus Abu Janda Jadi Tantangan Bagi Kapolri Baru

JAKARTA, Harnasews.com – Polemik soal pernyataan kontroversi yang diungkapkan oleh Permadi Arya alias Abu Janda di ruang publik yang sangat fulgar, yang diduga berbau SARA, Rasisme dan penistaan agama tertentu, dinilai berpotensi memicu konflik sosial sesama anak bangsa.

Padahal, saat ini masyarakat tengah dihadapkan dengan persoalan ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang hampir memasuki ulang tahunnya yang pertama. Tidak sepantasnya Abu Janda yang konon kabarnya sebgai pegiat medsos dan pendukung setia Pemerintahan Joko Widodo- Ma’ruf Amin itu meggunakan medsos sebagai propaganda politik.Seharusnya medsos sebagai sarana edukatif  bagi masyarakat.

“Saya kira saat ini pemerintah jangan melakukan pembiaran terhadap  persoalan yang terus mengundang kontroversi di tengah masyarakat. Terkait polemik Abu Janda, ini menjadi momentum Kapolri baru untuk memperbaiki citranya. Oleh karena itu, Polri juga harus cepat bertindak dan merespon laporan dari masyarakat atas dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh Abu Janda itu,” ujar Direktur Eksekutif Center for Public Policy Studies (CPPS) Bambang Istianto kepada wartawan di Jakarta, Minggu (31/1/2021).

Lnjut Bambang, sebagaimana arah kebijakan Kapolri baru Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo yang ingin menciptakan suasana harmonisasi sosial dengan menggandeng peran para ulama, sehingga kasus Abu Janda jangan sampai menjadi preseden buruk bagi penegakkan hukum di Indoneisa bila Polri melakukan pembiaran dalam kasus tersebut.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Haris Pertama bersama jajaran pengurus melaporkan Permadi Arya alias Abu Janda ke Bareskrim Polri pada Kamis (28/1/2021) lalu.

Menurut dia, Abu Janda dilaporkan terkait status yang dibuatnya, yang menyerang eks komisioner Komnas HAM Natalius Pigai. Status Abu Janda yang dilaporkan, menyebut nama Pigai dan kata ‘evolusi’.

“Soal evolusi itu, itu dia menunjuk nama dan cuitannya menyinggung banyak orang. Sudah rasis menunjuk pakai evolusi? Itu memecah-belah dan mengundang gejolak di masyarakat Papua,” kata Haris saat dikonfirmasi.

Menurut Haris, status Abu Janda soal evolusi kepada Pigai merujuk seolah warga suku Papua disamakan dengan binatang. Adapun maksud evolusi adalah Pigai belum seperti manusia modern seperti sekarang.

“Jangan sakiti saudara kami, jangan main fisik. Kata evolusi kepada saudara Pigai seolah dia manusia purbakala. Papua hari ini kita lihat nyaman, jangan disakiti oleh ucapan rasis. Semoga Permadi ditangkap,” kata Haris.

Disinggung apakah Abu Janda bakal diproses Bareskrim Polri, Haris sangat percaya. Meski Abu Janda sudah dilaporkan beberapa kali dan tak diproses, Haris yakin kali ini laporan KNPI ditangani secara serius oleh Polri. Hal itu lantaran Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membawa harapan baru. “Kapolri yang baru membawa wajah baru, dan visi misi baru, pasti akan diproses,” katanya.

Haris mengaku geram dengan tingkah laku Abu Janda selama ini, yang membuat cuitan di Twitter dengan nada menghasut dan memecah belah. Dia juga kesal lantaran Abu Janda selalu mengaku, sebagai pendukung Presiden Jokowi. Padahal, sambung dia, Jokowi malah tidak pernah berperilaku seperti itu. Karena itu, Haris sangat berharap Polri segera memprosesnya. (Red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.