KDKMP Merupakan Bagian Dari Strategi Nasional ntuk memperkuat Ekonomi rakyat Berbasis Gotong Royong

Dalam waktu dekat, Bojonegoro juga bersiap menghadapi agenda besar.

Sebanyak 22 koperasi ditargetkan masuk dalam peluncuran nasional 1.000 KDKMP pada 18 Mei mendatang.

Bahkan, pada peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2026, pemerintah pusat menargetkan peluncuran 50.000 koperasi di seluruh Indonesia.

Dari sisi pembangunan fisik, Komandan Kodim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto menyampaikan bahwa progres terus dikebut.

Saat ini, 130 titik koperasi telah selesai 100 persen, sementara 391 desa masih dalam tahap pembangunan.

Namun, sejumlah kendala masih ditemui di lapangan. Setidaknya 39 titik belum bisa memulai pembangunan karena persoalan lahan, seperti status Lahan Sawah Dilindungi (LSD), ukuran tanah yang belum memenuhi standar, hingga administrasi aset yang belum tuntas.

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri, menekankan pentingnya penguatan kapasitas SDM pengurus koperasi.

Ia mendorong adanya pelatihan lanjutan, khususnya di tingkat mikro, agar koperasi tidak hanya berdiri, tetapi juga mampu berkembang dan berdaya saing.

Sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD Bojonegoro menjadi kunci utama.

Dengan kolaborasi yang solid, program KDKMP diharapkan mampu berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Melalui Bimtek ini, para pengurus koperasi juga didorong untuk menjunjung tinggi kejujuran serta memiliki semangat kewirausahaan.

Tujuannya menjadikan koperasi bukan hanya bangunan atau lembaga formal, tetapi motor penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan. (Prokopim)(SH).

Leave A Reply

Your email address will not be published.